GBP/USD Rebound Terbatas Setelah Data PDB UK Lemah dan Data Tenaga Kerja AS

GBP/USD Rebound Terbatas Setelah Data PDB UK Lemah dan Data Tenaga Kerja AS

trading sekarang

GBP/USD kembali mendekati level 1.3600 setelah sempat menyentuh zona tinggi tersebut. Data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris untuk kuartal keempat 2025 menunjukkan pertumbuhan 0.1% secara QoQ dan 1.0% secara YoY, meleset dari ekspektasi 0.2% dan 1.2%. Revisi untuk kuartal sebelumnya juga menunjukkan dinamika yang lebih lemah. Ketidakpastian pada prospek pertumbuhan mendorong pasar memperkirakan BoE akan mempertimbangkan langkah pelonggaran lebih lanjut, sehingga menekan permintaan terhadap pound.

Output sektor jasa dan manufaktur di Q4 menunjukkan penurunan dan dataran berhenti di level yang rendah. Produksi manufaktur turun 0.5% pada Desember setelah kenaikan November direvisi turun menjadi 1.9%, sementara layanan menunjukkan pembacaan datar. Kombinasi ini menambah alasan bagi pandangan bahwa kebijakan moneter masih akan disesuaikan ke bawah untuk mendukung pertumbuhan, sehingga potensi upside bagi GBP terbatas.

Di sisi lain, dolar AS mendapatkan dukungan dari data tenaga kerja yang kuat, meskipun belum mampu memulihkan seluruh tenaga yang hilang sejak awal tahun. NFP Januari mengalahkan ekspektasi, dan revisi untuk 2025 menambah fokus pada risiko bahwa Fed akan menahan rencana pemotongan suku bunga. Secara teknis, GBP/USD tetap berada di atas 1.3600 dan berusaha menuju 1.3640, melanjutkan tren kenaikan ringan dari rendah pekan lalu.

Di AS, angka Nonfarm Payrolls yang lebih kuat dari perkiraan mempertajam harga bahwa Federal Reserve mungkin menunda pelonggaran kebijakan. Pasar menyerap data itu sebagai sinyal bahwa risiko suku bunga rendah tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dolar menemukan pijakan setelah rilis, meski reli belum kuat dan berada di bawah level tertinggi sesi.

Rilis tersebut menjaga ekspektasi pemotongan Fed tetap terbatas, karena komponen pasar tenaga kerja menunjukkan momentum yang tahan lama. Sementara itu, revisi pada angka pekerjaan sebelumnya menambah ketidakpastian, membuat gerak dolar tidak mudah diprediksi. Kombinasi ini memperkaya dinamika GBP/USD, yang berada dalam kisaran sempit didorong oleh evaluasi kebijakan dua bank sentral.

Secara teknikal, pergerakan di kisaran 1.3600–1.3640 tetap menjadi kerangka penting bagi pasangan mata uang utama. Bila Fed tidak berubah segera, dolar bisa mempertahankan posisi; jika BoE menegaskan arah pelonggaran lebih lanjut, GBP mungkin mencoba melanjutkan kenaikan. Investor dianjurkan menjaga pendekatan berhati-hati sambil menunggu rilis data berikutnya.

Rencana Pasar dan Proyeksi ke Depan

Analisis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa arah GBP/USD saat ini cenderung bergantung pada peta kebijakan suku bunga kedua negara. Data Inggris yang lemah menambah kasus untuk pelonggaran BoE, tetapi dukungan teknikal di sekitar level 1.3600 membatasi volatilitas lebih jauh. Kondisi ini mendorong pasar menuju fase konsolidasi yang wajar.

Untuk pelaku pasar, fokus utama tetap pada level kunci 1.3600 dan resistensi sekitar 1.3640 sebagai arena perdagangan. Jika ada konfirmasi bahwa BoE akan menahan langkah lebih lanjut, GBP bisa mencoba meluncur menuju support, sementara jika risiko kebijakan BoE melemah, pound bisa memanfaatkan peluang kenaikan kecil. Namun, volatilitas cenderung rendah tanpa kejutan data utama.

Kesimpulannya, disarankan menjaga eksposur yang terbatas karena faktor ekonomi makro bisa berubah arah dengan cepat. Laju GBP/USD akan terpenuhi dalam skenario netral jika data baru menunda kebijakan Fed atau BoE. Cetro Trading Insight menekankan pemantauan rilis laporan ekonomi berikutnya sebagai penentu arah jangka pendek dan menengah.

broker terbaik indonesia