GBP/USD Tertekan Dekat 1,3425 Didorong Inflasi AS dan Nada Dovish BoE

GBP/USD Tertekan Dekat 1,3425 Didorong Inflasi AS dan Nada Dovish BoE

Signal GBP/USDSELL
Open1.3425
TP1.335
SL1.3475

GBP/USD turun mendekati 1,3425 di sesi Asia, mencerminkan peningkatan permintaan dolar AS. Pedagang menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang dapat mengarahkan arah pasangan mata uang ini. Kondisi ini menambah volatilitas dan memperkuat fokus pada pergerakan suku bunga kedua negara.

Laporan CPI AS Desember menunjukkan kenaikan 2,7% secara YoY, sejalan dengan bulan sebelumnya dan sesuai dengan konsensus pasar. Sementara itu, CPI inti, yang tidak memasukkan biaya makanan dan energi yang berfluktuasi, naik 2,6% YoY dibandingkan 2,7% pada bulan November. Data ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi menurun sedikit meski masih relevan bagi jalur kebijakan.

Nada dovish dari Bank of England memperkuat tekanan terhadap pound. BoE memangkas suku bunga menjadi 3,75% pada pertemuan Desember, dan sebagian besar analis memperkirakan pemotongan lebih lanjut di tahun 2026 seiring pelonggaran inflasi. Banyak analis melihat peluang bahwa suku bunga Inggris akan tetap rendah pada bulan Februari, dengan pemotongan berikutnya kemungkinan terjadi pada Maret atau April, yang menambah ketidakpastian bagi GBP/USD.

Reaksi pasar terhadap data inflasi AS dan komentar bank sentral

IHK Desember menunjukkan kenaikan 2,6% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 2,7%, membuat beberapa pelaku pasar menilai bahwa laju inflasi telah melunak. Meski begitu, keputusan kebijakan moneter AS tetap relevan bagi pergerakan pasangan ini, karena pasar mempertimbangkan kemungkinan perubahan tingkat suku bunga. Secara umum, reaksi awal pasar pada hari ini menunjukkan volatilitas yang melemahkan beberapa posisi jangka pendek.

Jose Torres dari Interactive Brokers menyatakan bahwa respons pasar yang positif terhadap data inti tidak bertahan lama, karena prospek pemotongan suku bunga berikutnya tidak secara pasti terangkat. Analis menekankan bahwa sinyal mengenai jalur kebijakan tetap menjadi kunci, dan pergeseran kecil dalam harapan pemotongan dapat memicu pembalikan arah. Peran data ekonomi lainnya juga akan menentukan arah GBP/USD dalam beberapa sesi ke depan.

Kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve juga bisa menekan Greenback lebih lanjut jika pasar menilai bahwa kebijakan AS akan berjalan tak terduga. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa komentar sebelumnya mengenai biaya proyek di markas federal telah mendapat respons dari Departemen Kehakiman, tetapi ia menolak klaim tersebut sebagai dalih untuk menekan pemotongan suku bunga. Secara umum, pergeseran sentimen kebijakan AS dan Inggris tetap menjadi faktor utama bagi pergerakan pasangan tersebut.

Strategi perdagangan dan level kunci

Situasi saat ini menunjukkan GBP/USD berada di sekitar 1,3425, dengan volatilitas tetap tinggi karena dinamika inflasi dan kebijakan. Investor menilai potensi perbalikan teknis jika data AS memperkuat tekanan pada USD atau jika BoE mengubah nada kebijakannya. Dalam konteks ini, arah jangka pendek lebih mungkin mengarah ke penurunan jika tekanan dovish berlanjut.

Pertimbangan utama bagi trader adalah menjaga rasio risiko yang disiplin. Salah satu opsi adalah membuka posisi jual di sekitar level harga saat ini jika momentum melemah lebih lanjut. Dengan stop loss di 1,3475 dan target profit di 1,3350, rasio risiko terhadap imbalan mencapai sekitar 1:1,5.

Namun, skenario lain juga bisa muncul jika data AS lebih kuat dari ekspektasi atau jika BoE mengubah jalur kebijakannya secara mendadak. Pelaku pasar perlu menyesuaikan posisi secara dinamis dan memperhatikan isu-isu kunci seperti rilis data ritel AS, IHP, dan pernyataan kebijakan BoE. Manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci untuk navigasi pergerakan GBP/USD yang cenderung volatil.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image