GBPUSD turun sekitar 0.7% dan diperdagangkan di sekitar 1.3304, sementara indeks dolar DXY menguat menuju 99.31. Dampak harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong permintaan aset safe-haven pada dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental yang saling mempengaruhi.
Berita geopolitik turut meningkatkan volatilitas. Ketegangan di Timur Tengah menambah kekhawatiran terhadap risiko global sehingga pelaku pasar lebih suka menjaga likuiditas dalam dolar. Harga minyak juga memberi dukungan pada pola risk-off, memperkuat posisi dolar sebagai penyangga utama.
Selain itu, ekspektasi kebijakan BoE mengalami perubahan besar. Opsi pemangkasan suku bunga pada rapat Maret turun tajam dari sekitar 75 persen menjadi sekitar 28 persen, mengubah arah ekspektasi kebijakan. Dalam konteks ini, GBP menunjukkan pelemahan berkelanjutan terhadap dolar karena sentimen risiko yang membayangi mata uang Inggris.
Rangkaian komentar pejabat bank sentral dan data ekonomi yang terbatas di AS membuat pasar terasa rapuh. DXY naik dan para pelaku pasar menilai arahan kebijakan yang sedang berjalan. Para pejabat Federal Reserve menegaskan bahwa siklus pelonggaran tetap relevan jika tekanan inflasi mereda meski ada pandangan berbeda di antara para pembuat kebijakan.
Presiden New York Fed, John Williams, menyiratkan bahwa siklus pelonggaran tetap berada di jalur jika inflasi moderat. Ia menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini berada pada posisi tepat untuk mendukung stabilisasi tenaga kerja dan kembali menuju target inflasi 2 persen. Sementara itu, para pejabat lain dari Fed menampilkan kehati-hatian terhadap inflasi yang masih tinggi, menambah tekanan pada risiko kebijakan jangka pendek.
Di UK, Menteri Keuangan menyatakan prospek pertumbuhan sekitar 1.1 persen pada 2026, lebih rendah dari proyeksi OBR 1.4 persen. Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki rencana ekonomi yang tepat untuk menghadapi ketidakpastian global. Ketidakpastian ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga BoE menurun, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap pound sterling.
Secara teknikal, pola harian menunjukkan bias bearish. Harga GBPUSD berada di sekitar 1.3294 dengan penurunan yang menembus cluster moving averages di sekitar 1.35, menandakan momentum kenaikan yang semakin lemah. Garis tren dukungan yang sebelumnya naik dari 1.3035 kini tertahan di bawah area break 1.3586, menggarisbahi pergeseran menuju fase korektif.
Area resistance terdekat terlihat di sekitar 1.3400, lalu 1.3498 dan 1.3550, semuanya berdekatan dengan tinggi reaksi sebelumnya dan tertahan oleh garis tren menurun. Di sisi bawah, support awal berada di sekitar 1.3290, dan jika ditembus potensi menuju 1.3200 kemudian 1.3100, mencerminkan struktur tren menengah yang akan diwaspadai.
Penutupan harian di atas 1.3550 diperlukan untuk membalik nada bearish dan membuka peluang menuju target sekitar 1.37. Analisis ini disusun untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar dan tidak menggantikan rekomendasi profesional. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight.