GBP/JPY melemah di tengah ketidakpastian risiko yang mendorong Yen sebagai aset pelindung. Pembahasan pasar menyoroti kekhawatiran atas gangguan AI dan tekanan pada pasar saham. Meskipun tren jangka panjang cenderung naik, harga GBPJPY menembus rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar 210.87 sehingga bias menjadi netral-bullish. Indikator RSI menunjukkan momentum yang mulai melemah, mengisyaratkan potensi koreksi di jangka pendek.
Faktor utama pasar saat ini adalah perilaku risk-off yang mendorong pelarian ke yen dan aset perlindungan lainnya. Kekhawatiran mengenai AI disrupt menambah volatilitas global, membuat likuiditas di pasar beberapa pasangan lebih tipis. Di sisi lain, pergerakan saham terutama di Wall Street cenderung melemah sehingga menambah tekanan pada GBPJPY.
Harga GBPJPY terakhir diperdagangkan sekitar 209.09 setelah menyentuh 209.55 sebagai tertinggi harian. Level support terdekat berada pada kisaran 207.00–207.20, dengan resistance terdekat di 208.50 dan 209.00. Level 209.55 dan 210.00 menjadi target resistensi yang lebih tinggi jika momentum bergerak positif.
Secara keseluruhan tren masih menunjukkan arah naik, namun penembusan di bawah 50-day SMA di 210.87 mengubah bias menjadi netral-bullish. RSI memberikan sinyal momentum bearish yang lebih kuat dalam kerangka waktu pendek, memberikan nuansa korektif pada pergerakan harga saat ini. Kondisi ini menuntut konfirmasi teknikal lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar.
Level kunci yang perlu diawasi adalah support di 207.00–207.20, dengan 100-day SMA di sekitar 206.85 sebagai batas bawah jika penjualan berlanjut. Di sisi atas, resistance awal berada di 208.50, diikuti 209.00 dan 209.55; penetrasi di atas 210.00 akan mengubah dinamika menuju potensi pembalikan ke arah atas. Menandai pola candle dan pergerakan RSI adalah kunci memahami arah berikutnya.
Implikasi trading utama adalah bahwa jika harga menembus 207.00 ke bawah, permintaan menuju 206.85 dan 205.20 bisa terjadi. Namun, jika GBPJPY mampu membangun di atas 208.50 dan menembus 209.00–209.55, potensi rebound bisa muncul dan risiko penurunan berkurang. Pengamatan pola candle dan pergerakan RSI membantu mengidentifikasi titik masuk yang lebih akurat.
Sinyal yang dianalisis adalah jual karena momentum jangka pendek menunjukkan tekanan bearish sementara tren utama masih menunjukkan arah kenaikan. Level eksekusi disarankan pada 207.00 sebagai tanda breakout, dengan target pertama di 206.85 dan stop loss di 208.50. Rasio risiko terhadap imbalan lebih dari 1:1.5 jika target tercapai.
Rencana manajemen risiko melibatkan pemantauan pergerakan harga setelah breakout; jika harga berbalik dan menembus di atas 208.50, sinyal perlu ditinjau ulang atau diarahkan untuk menghindari dini.
Penutupan artikel ini mengingatkan bahwa kondisi pasar bisa berubah cepat; tetap ikuti pembaruan dari Cetro Trading Insight agar sinyal trading relevan dengan kondisi terkini.