GBPJPY Tertekan: Tekanan BoJ dan Risiko Politik Inggris Memicu Penurunan Lanjutan

GBPJPY Tertekan: Tekanan BoJ dan Risiko Politik Inggris Memicu Penurunan Lanjutan

Signal GBP/JPYSELL
Open212.500
TP208.500
SL214.500
trading sekarang

GBPJPY berada dalam tren turun untuk hari kedua berturut-turut, meski momentum jual belum berkembang. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual belum mengambil alih secara penuh pasar. Dalam konteks ini, kekhawatiran terhadap intervensi dan ekspektasi BoJ untuk melanjutkan jalur normalisasi kebijakan menjadi pendorong utama di balik pergerakan pasangan ini.

Kebijakan BoJ yang akan tetap pada jalur normalisasi kebijakan memperkuat yen, sehingga GBPJPY tertekan lebih lanjut. Pasangan ini juga cenderung tidak mendapatkan dorongan pembelian yang signifikan dari sisi GBP karena dinamika politik domestik Inggris yang sedang tidak menentu. Ketidakpastian politik di Inggris memperburuk suasana pasar dan menambah tekanan pada mata uang sterling.

Secara teknikal, harga spot masih berada dalam kisaran mingguan dan diperdagangkan sedikit di atas area 212.00, mendekati swing low intraday kemarin. Investor juga mengawasi respons otoritas Jepang terkait tren intervensi serta arah kebijakan BoJ dalam beberapa bulan ke depan.

OpenSLTPPair
212.50214.50208.50GBPJPY

Katalis utama pergerakan GBPJPY berasal dari perbedaan kebijakan antara BoJ dan BoE. BoJ diperkirakan akan melanjutkan jalur normalisasi kebijakan, sementara BoE masih menghadapi tekanan untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga, sehingga spread kebijakan antara kedua negara semakin melebar.

Risiko politik di Inggris menambah beban bagi GBP. Berbagai dinamika politik, termasuk langkah pemerintah terkait dan sorotan publik terhadap skandal tertentu, meningkatkan volatilitas dan menekan kepercayaan investor terhadap pound sterling. Kondisi ini memperparah tekanan pada pasangan mata uang lintas yen itu.

Di sisi lain, meskipun yen menguat karena keyakinan pada jalur kebijakan BoJ, faktor risiko fiskal Jepang dan suasana risiko global yang cenderung lebih positif bisa membatasi lonjakan yen. Hal ini membuat penurunan GBPJPY bisa saja terbatas jika sentimen risiko global membaik atau berita ekonomi Jepang menenangkan pasar.

Analisa teknikal menunjukkan bahwa level sekitar 212 berfungsi sebagai zona kunci bagi GBPJPY. Jika harga menembus ke bawah dari zona tersebut, potensi penurunan lebih lanjut bisa meningkat menuju level support sekitar 210 atau lebih rendah dalam beberapa sesi ke depan.

Dalam skenario yang agak optimis, jika risiko pasar turun dan BoJ tetap pada jalur normalisasi kebijakannya sementara BoE tidak menambah tekanan pada GBP, GBPJPY bisa mencoba rebound menuju resistance di kisaran 214–216. Namun pergerakan naik ini sangat bergantung pada rilis berita ekonomi dan dinamika politik yang mungkin muncul.

Untuk strategi perdagangan, rekomendasinya adalah posisi jual dengan runut risiko yang memenuhi rasio minimal 1:1.5. Level eksekusi yang disarankan adalah open pada 212.50, dengan stop loss di 214.50 dan take profit di 208.50. Rencana ini konsisten dengan analisis fundamental terkait perbedaan kebijakan antara BoJ dan BoE serta dinamika politik Inggris, sembari menjaga manajemen risiko yang prudent.

broker terbaik indonesia