Komentar Alan Taylor dari MPC BoE dibahas dalam sesi fireside chat di Deutsche Bank London, memperkuat gagasan bahwa bank sentral mungkin menambah potongan suku bunga. Taylor yang sebelumnya mendukung pemotongan 25 bps pada pertemuan kebijakan bulan ini menekankan adanya tantangan pada pertumbuhan ekonomi Inggris. Ia juga menegaskan bahwa tekanan inflasi mendekati target 2% secara bertahap, meskipun ketidakpastian tetap ada.
Risiko kebijakan kini cenderung berputar pada inflasi yang lebih rendah dan pengangguran yang lebih tinggi, sehingga pemangkasan lebih lanjut menjadi bagian dari skenario kebijakan. Taylor menilai bahwa kita mungkin melihat dua hingga tiga putaran penurunan suku bunga sebelum mencapai level netral teoritis. Penyikapan ini menambah bayangan bahwa sikap kebijakan ke depannya bisa lebih lunak dari perkiraan awal pasar.
Respons pasar terlihat dari pelemahan pound terhadap mata uang utama selama sesi Eropa, seiring komentar dovish tersebut beredar. Investor menilai bahwa jeda kebijakan ke depan lebih besar akan datang, sehingga banyak yang menimbang posisi jual pada pasangan GBPUSD. Pada saat ini, pergerakan GBP terpantau melemah mendekati level penting.
Di sisi lain, dolar AS berhasil memulihkan kerugian awalnya setelah Mahkamah Agung AS mengeluarkan putusan yang menentang kebijakan tarif Presiden Trump. Peristiwa hukum tersebut menambah dinamika perdagangan global dan menempatkan dolar pada posisi lebih kuat untuk beberapa sesi ke depan. Pasar menilai bahwa opsi kebijakan lain tetap terbuka untuk menjaga kestabilan arus perdagangan.
Indeks DXY merespons dengan rebound karena ekspektasi adanya alternatif kebijakan untuk menjaga kelangsungan perjanjian dagang. Pasar juga menilai bahwa upaya bank sentral lain akan menjaga sikap kebijakan yang relatif lebih ketat daripada sebelumnya. Kondisi ini menambah arus masuk bagi dolar ketika ketidakpastian global meningkat.
Secara teknikal, GBPUSD mendekati level sekitar 1.3485 seiring penguatan dolar. Pergerakan ke depan akan sangat dipengaruhi data ekonomi AS dan Inggris yang dirilis mendatang. Investor menimbang berbagai faktor makro untuk menentukan arah jangka pendek pasangan ini.
Dari sisi kebijakan, pandangan dovish BoE memperkuat tekanan pada sterling dan memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan melanjutkan pemangkasan suku bunga. Rilis komentar Taylor menegaskan bahwa risiko inflasi menurun dan bahwa pemangkasan lebih lanjut dapat memperlambat laju inflasi menuju target. Akibatnya, fokus pelaku pasar beralih pada peluang posisi jual pada pasangan GBPUSD.
Rencana entry di sekitar 1.3485 dengan target 1.3350 dan stop loss di 1.3550 memberikan rasio risiko-keuntungan sekitar 2:1. Level open yang relatif dekat dengan dukungan teknis membuat peluang stop loss pada level 1.3550 wajar jika pergerakan perdagangan meningkat. Praktik manajemen risiko diperlukan mengingat volatilitas yang bisa meningkat ketika beberapa data ekonomi dirilis.
Volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data utama AS dan Inggris, dan jika BoE melanjutkan langkah pemotongan kebijakan, tekanan pada GBPUSD bisa berlanjut. Namun pembalikan teknikal tetap mungkin jika data menunjukkan momentum positif. Laporan ini disediakan oleh Cetro Trading Insight.