GBPUSD berada di sorotan karena pertemuan kebijakan BoE yang cenderung hawkish dan respons pasar terhadap data domestik Inggris. Inflasi tetap menjadi fokus meski peluang pengetatan suku bunga terlihat lebih signifikan. Imbasnya, pound berpotensi menguat terhadap dolar jika data ekonomi Inggris tetap kuat dan BoE menjaga jalur kebijakan yang tegas.
Di sisi lain, dolar AS sempat melemah akibat dinamika geopolitik dan spekulasi bahwa Fed akan menunda pengetatan. Risiko politik global dan kekhawatiran atas aliansi NATO menambah volatilitas pada dolar. Namun faktor kebijakan Fed tetap menjadi penggerak utama yang bisa mengubah arah GBPUSD dalam beberapa sesi mendatang.
Ekspektasi pasar terhadap rilis data ekonomi AS dan keputusan FOMC menambah volatilitas. Pelaku pasar menimbang sinyal dari Pesanan Barang Tahan Lama sebagai petunjuk arah kebijakan. Secara umum, prospek jangka pendek tampak positif bagi GBPUSD jika momentum kebijakan Inggris bertahan kuat.
Dolar AS sempat melemah terhadap sejumlah mata uang utama, terlihat dari penurunan indeks DXY ke level rendah beberapa bulan. Kelemahan dolar memberikan ruang bagi GBPUSD untuk bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek. Meski begitu, volatilitas meningkat menjelang pengumuman kebijakan FOMC.
Rilis Pesanan Barang Tahan Lama AS menjadi fokus utama karena bisa memperjelas arah kebijakan Fed. Jika data menunjukan peningkatan permintaan domestik, dolar bisa menguat lebih lanjut. Jika sebaliknya, sentimen risiko dapat mendukung penguatan GBP terhadap dolar.
Para investor menilai potensi perubahan pada prospek suku bunga Fed dan bagaimana hal itu berdampak pada pergerakan dolar jangka pendek. Ketika pasar menimbang risiko geopolitik dan kebijakan moneter, GBPUSD dapat melanjutkan tren yang telah terbentuk. Intinya, keputusan FOMC mendatang akan menjadi kunci utama penggerak arah pasangan.
Harga GBPUSD saat ini diperdagangkan di atas level 1.3600 dengan kenaikan moderat, setelah menyentuh sekitar 1.3680 pada sesi Asia. Gap bullish yang terbuka di awal minggu sebelumnya juga menjadi faktor penting dalam dinamika harga jangka pendek. Ketidakpastian pasar menjelang FOMC membuat langkah harga lebih sensitif terhadap berita ekonomi.
Rencana trading saat ini adalah posisi buy dengan open sekitar 1.3630, target 1.3750, dan stop loss 1.3575. Rasio risiko terhadap imbalan lebih dari 1:1.5, sesuai prinsip manajemen risiko. Pastikan ukuran posisi disesuaikan dengan profil risiko dan batas kerugian yang bisa ditanggung.
Penting untuk memantau pergerakan harga dan data ekonomi AS secara berkala. Keputusan FOMC bisa menjadi pemicu utama bagi GBPUSD untuk menuju level baru. Trader disarankan menyesuaikan rencana berdasarkan evaluasi pasar yang terus berlangsung.