GBPUSD melemah di tengah gejolak Timur Tengah; fokus investor pada data AS

GBPUSD melemah di tengah gejolak Timur Tengah; fokus investor pada data AS

Signal GBP/USDSELL
Open1.340
TP1.315
SL1.345
trading sekarang

GBPUSD melemah terhadap mayoritas pasangan mata uang utama karena suasana risiko yang memburuk akibat eskalasi di Timur Tengah. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mencari perlindungan di dolar, menekan pasangan GBPUSD ke wilayah lebih rendah. Pada perdagangan sesi Asia malam ini, Pound mendekati 1.3400 terhadap USD dengan penurunan sekitar 0,4%. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.

Ketegangan geopolitik meningkat ketika AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, disertai ancaman pembalasan dari Tehran. Pasar menilai risiko konflik lebih luas bisa mengganggu aliran modal dan memperburuk sentimen terhadap mata uang Inggris. Sementara itu, dolar AS mendapatkan dukungan sebagai aset aman yang mendorong pergerakan pasar.

Dolar yang lebih kuat menambah tekanan bagi pound, meski dinamika kebijakan moneter global juga berperan. Indeks DXY naik sekitar 0,23% menjadi mendekati 97,85, meski sempat melejit di awal sesi. Pergerakan GBP turut dipengaruhi kombinasi risiko geopolitik dan perubahan sikap investor terhadap dolar.

Dari sisi kebijakan moneter, BoE menegaskan bahwa fokus kebijakan kini bergeser pada ekspektasi inflasi dan bagaimana hal itu akan berjalan ke depan. Chief Economist Huw Pill menyatakan disinflasi berjalan lebih lambat dari proyeksi sebelumnya. Pandangan ini menambah nuansa pada bagaimana pasar menilai arah suku bunga dan bagaimana BoE akan menata kebijakannya ke depan.

Pill menekankan bahwa menimbang inflasi yang mendekati target tanpa melihat ke depan bisa membuat respons kebijakan kurang tepat. Kondisi ini memperkaya diskusi mengenai bagaimana ekspektasi inflasi akan membatasi gerak kebijakan moneter. Sementara itu, ketidakpastian ekonomi global menambah volatilitas pada GBP.

Komposisi berita BoE turut mempengaruhi arus pasar, meski investor juga menantikan data AS yang akan datang. PMI manufaktur Februari dan Nonfarm Payrolls (NFP) Februari menjadi fokus utama untuk melihat kesehatan ekonomi. Secara umum, pembahasan BoE memperdalam konteks fundamental bagi arah GBP.

Tanggapan pasar dan data ekonomi AS yang akan datang

Dolar AS terus mempertahankan daya tariknya sebagai aset perlindungan, meski volatilitas di pasar valuta asing masih tinggi. Kenaikan DXY menambah tekanan pada pound jika gejolak geopolitik berlanjut. Investor juga memperhatikan likuiditas pasar yang bisa berubah dengan cepat akibat berita terbaru.

Data AS yang diperkirakan akan dirilis antara lain PMI manufaktur Februari yang diperkirakan turun menjadi 52,3 dari 52,6 bulan sebelumnya. Angka ini dinilai penting untuk mengukur kekuatan aktivitas bisnis di sektor manufaktur. Hasil lain yang dinantikan adalah laporan Nonfarm Payrolls pada Februari yang akan memperkaya gambaran tenagakerja dan potensi kebijakan moneter.

Secara keseluruhan, risiko geopolitik dan dinamika inflasi memicu ketidakpastian bagi GBP. Pasar akan terus memantau langkah BoE serta respons pasar terhadap data AS yang menentukan arah kebijakan dan sikap investor terhadap mata uang Inggris.

broker terbaik indonesia