GBP menguat didorong ekspektasi Bank of England akan mempertahankan suku bunga pada level 3,75 persen pada pertemuan hari Kamis. Beberapa pejabat MPC diperkirakan akan memberikan suara untuk pemangkasan 25 basis poin menjadi 3,50 persen, meski mayoritas cenderung tetap pada jalur stabil. Kebijakan tersebut dipantau pasar sebagai indikator bagaimana inflasi akan bergerak menuju target 2% pada 2026.
Para pejabat seperti Swati Dhingra dan Alan Taylor diproyeksikan memilih pemangkasan, meski proyeksi umum menahan laju penurunan. Langkah ini menambah ketegangan mengenai jalur kebijakan di tengah tekanan inflasi yang melunak. Investor mencari petunjuk tentang bagaimana keputusan BoE akan mempengaruhi GBP terhadap dolar dan mata uang utama lainnya.
Dalam konteks kebijakan triwulan, para pejabat menegaskan bahwa inflasi diperkirakan mendekati 2% pada 2026 kuartal kedua. Ada ekspektasi inflasi akan menurun secara bertahap menuju target, yang mendorong pasar untuk melihat normalisasi kebijakan secara lebih cepat. Hal ini beriringan dengan proyeksi bahwa tingkat suku bunga bisa berada pada jalur penurunan bertahap.
Pasar memfokuskan diri pada perubahan pekerjaan swasta ADP dan PMI Jasa ISM untuk Januari untuk memberikan petunjuk arah kebijakan The Fed. GBP/USD menguat karena dolar AS melemah menjelang rilis data tersebut. Indeks Dolar, atau DXY, diperdagangkan di sekitar 97,40, menandakan ketidakpastian menuju jalur kenaikan.
Ekonom memperkirakan ADP mencatat penambahan pekerjaan sekitar 48 ribu, lebih tinggi dari 41 ribu pada Desember, sedangkan PMI Jasa ISM diperkirakan turun menjadi 53,5 dari 54,4. Data yang lebih kuat dapat menurunkan probabilitas pemangkasan Fed dalam waktu dekat, sementara data yang lebih lemah bisa mendukung langkah pelonggaran.
Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan pemangkasan pertama The Fed pada pertemuan Juni, asalkan keadaan inflasi dan tenaga kerja tetap sejalan. Sementara itu, pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintah sebagian disahkan di DPR, menambah faktor risiko fiskal yang diabaikan pada beberapa bulan lalu. Perkembangan NFP Januari tidak akan dipublikasikan pada Jumat ini.
Secara teknis GBP/USD melanjutkan tren naik setelah koreksi ke sekitar 1,3620 dan diperdagangkan di sekitar 1,3712. Harga bertahan di atas EMA 20-hari yang meningkat, mengindikasikan bahwa tren jangka pendek tetap bullish. Momentum terlihat kukuh meski berada di jalur koreksi.
RSI 14-hari berada di 62, menandakan kekuatan pembeli tanpa kondisi overbought. Jika harga bisa menutup harian di atas EMA 20-hari, bias naik berpotensi berlanjut menuju resistance sekitar 1,3866, dekat level tertinggi empat tahun. Skenario ini akan menguat jika data ekonomi mendukung ultrabullish stance.
Sebaliknya, jika harga tidak dapat mempertahankan posisi di atas EMA, retracement menuju 1,3500 menjadi potensi risiko. Target sekitar 1,3880 bisa terwujud jika momentum tetap positif dan momentum pasar mendukung. Skema risiko-imbalan diperkirakan memenuhi syarat dengan rasio minimal 1:1,5.
| Open | 1.3712 |
|---|---|
| SL | 1.3605 |
| TP | 1.388 |