GBPUSD melejit menuju sekitar 1.3400 setelah pengumuman Presiden AS mengenai jeda dua minggu dalam operasi militer terhadap Iran. Sentimen risk-on yang berbalik mendorong investor membeli aset berisiko, sementara dolar AS melemah. Pergerakan ini juga berhasil menembus di atas EMA 50 dan EMA 200 pada kerangka waktu jam, menunjukkan momentum jangka pendek yang positif. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Rangkaian berita global memperkuat reli tersebut meski faktor fundamental tetap menahan pada beberapa sisi. Katalis utama berasal dari penurunan imbas geopolitik terhadap volatilitas harga energi dan optimisme terhadap stabilitas pasar keuangan. Di sisi teknikal, fibs dan level moving average menjadi acuan dalam menilai kelanjutan momentum pada kisaran 1.3300–1.3480.
Pertanyaan utama bagi pelaku pasar adalah apakah reli ini bisa bertahan. Ketika data ekonomi berikutnya masuk, arah pergerakan GBPUSD sangat bergantung pada respons pasar terhadap risiko dan kebijakan moneter global. Level teknikal kunci terlihat di sekitar 1.3480 sebagai resistance utama, sedangkan 1.3300–1.3360 menjadi zona support yang perlu dipertahankan jika tren rally mereda. Gambaran umum menunjukkan pasangan ini dipacu oleh dinamika dolar dan potensi kebijakan Bank of England yang menunggu konfirmasi data.
Final Maret PMI layanan UK direvisi turun tajam menjadi 50.5, terendah dalam sebelas bulan, mengisyaratkan optimisme bisnis yang rapuh. Perkembangan ini menguatkan gambaran stagflasi: pertumbuhan melambat sementara biaya operasional meningkat karena tagihan bahan bakar dan transportasi. Komposisi PMI juga menunjukkan pelemahan pada permintaan baru, membuat prospek ekonomi UK tampak lebih rapuh dibandingkan ekspektasi awal.
BoE mempertahankan suku bunga 3.75% sejak Desember 2025, namun lanskap kebijakan menjadi lebih bergejolak setelah guncangan energi. Perubahan harga energi mendorong volatilitas ekspektasi pasar terhadap jalur pengetatan di masa mendatang. Jika tekanan energi mereda lebih lanjut, ruang untuk pelonggaran bisa meningkat, meski risiko geopolitik dan inflasi tetap menjadi faktor penentu.
Yang perlu diperhatikan minggu ini adalah rilis data yang berpotensi membentuk pandangan kebijakan. Data seperti Halifax House Prices, Construction PMI, dan BoE Credit Conditions Survey akan memberi gambaran bagaimana perekonomian domestik menyerap gangguan energi. Pasar juga akan menimbang arah pergerakan energi karena dampaknya terhadap inflasi dan biaya pinjaman di masa depan.
Rilis kalender data utama seperti FOMC Minutes, Core PCE, dan CPI AS diperkirakan memandu langkah berikutnya untuk dolar dan pasangan GBPUSD. Pasar menilai bagaimana konflik Iran membentuk prospek inflasi serta kebijakan moneter AS. Dalam konteks ini, trader memperhatikan bagaimana data tersebut memperkaya atau meredam jalur suku bunga The Fed serta potensi reaksi terhadap dolar.
Harga minyak menunjukkan tekanan turun ke bawah 90 dolar per barel setelah jeda militer diumumkan, sementara S&P 500 futures menguat lebih dari 1% dan DXY melemah mendekati 100. Kondisi risiko-hasrat ini mendorong aktivitas pasar untuk mencari peluang di pasangan mata uang utama, termasuk GBPUSD, dengan potensi pergerakan lebih lanjut jika sentimen risk-on terus berlanjut.
Rencana trading yang diusulkan untuk GBPUSD adalah masuk posisi beli dengan harga entri sekitar 1.3400, target 1.3480, dan stop loss 1.3350. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.6 memenuhi standar risiko-reward minimum. Jika data ekonomi mengonfirmasi inflasi terkendali dan dinamika energi tetap positif bagi pertumbuhan, skenario ini bisa merealisasikan potensi penguatan lebih lanjut pada pasangan tersebut.