
BoE mempertahankan Bank Rate di 3.75% dalam pemungutan suara 8-1, menunjukkan komitmen kebijakan yang tetap hawkish. Huw Pill adalah satu-satunya anggota MPC yang menuntut kenaikan 25 basis poin, menggarisbawahi adanya perbedaan pandangan di dalam komite. Gubernur Andrew Bailey menekankan risiko inflasi berulang dari sisi biaya energi dan menegaskan kesiapan MPC bertindak lebih awal jika tekanan ini mempengaruhi upah. Menurut Cetro Trading Insight, keputusan ini mencerminkan garis kebijakan yang tetap waspada terhadap dinamika harga energi.
Kebijakan tersebut menandai sinyal bahwa bank sentral tetap berhati-hati terhadap harga-harga energi meski pertumbuhan ekonomi relatif stabil. Sisi pasar menafsirkan komentar ini sebagai indikasi bahwa perubahan kebijakan bisa terjadi jika tekanan biaya hidup meluas ke pasar tenaga kerja. Kombinasi risiko inflasi yang tidak mudah diatasi mendorong volatilitas pada sterling.
Reaksi GBPUSD pasca keputusan ini cukup positif, dengan penguatan sekitar 0.96% dan berada mendekati level 1.3600. Pasangan ini sempat menguji 1.3455 di sesi Eropa sebelum reli signifikan di sesi New York, menandakan minat beli yang kuat pada level kunci. Candlestick harian menunjukkan ekor bawah yang panjang, menandakan upaya pembeli untuk menahan penurunan dan menjaga momentum di sekitar angka bulat 1.3600.
Dari data AS, Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE) naik 3.5% secara YoY pada Maret, sesuai dengan ekspektasi pasar. Laporan produk domestik bruto (GDP) Q1 direvisi menunjukkan pertumbuhan 2%, sedikit di bawah konsensus 2.3%, yang menambah nuansa lemah terhadap dolar. Kombinasi angka ini memperkuat posisi mata uang lain di pasar dan mendukung risiko aset berisiko.
ISM Manufacturing PMI untuk bulan yang akan datang diperkirakan berada di 53, dengan sub-indeks Prices Paid diproyeksikan di 80. Jika angka ini terkonfirmasi, itu menandakan biaya produksi yang tetap tinggi dan bisa menahan penurunan dolar lebih lanjut. Data di sektor pekerjaan dan jasa juga dipantau untuk melihat apakah tekanan harga sukses sepenuhnya merembet ke upah.
Jadwal data AS pekan depan menonjol dengan publikasi ISM Services PMI, ADP Employment Change, dan laporan Non-Farm Payrolls (NFP). Investor menilai bahwa NFP bisa menjadi penentu arah jangka pendek bagi mata uang utama termasuk GBPUSD. Ketidakpastian ini berarti investasi pada pasangan ini tetap mempunyai potensi, tergantung bagaimana pasar menilai nyala tekanan biaya hidup dan respons kebijakan di kedua negara.
Dinamika teknikal GBPUSD menunjukkan pergerakan campuran dengan bias yang tergantung pada level kunci di sekitar 1.3455 dan 1.3600. Candlesticks belakangan menunjukkan pembeli mengambil alih di wilayah sekitar 1.3600 meski volatilitas masih terlihat. Momentum positif bisa berlanjut jika data AS melemah dan BoE mempertahankan nada hawkish.
Rencana trading yang direkomendasikan adalah membeli GBPUSD sekitar 1.3600 dengan stop di 1.3455 dan target di 1.3850. Rasio risiko-imbalan sekitar 1.72:1, memenuhi standar minimum 1:1.5. Penempatan stop di bawah level support meningkatkan peluang keamanan jika harga bergerak turun, sementara target berada pada level resistance yang lebih tinggi.
Namun terdapat risiko skenario alternatif jika data AS mengejutkan dan dolar menguat secara signifikan. Dalam kasus tersebut, GBPUSD bisa melemah menembus 1.3455 dan menantang support berikutnya. Evaluasi berkala terhadap kejutan kebijakan BoE, dinamika harga energi, serta pergerakan pasar global diperlukan untuk menilai kelayakan rencana trading ini.