Pound telah menunjukkan kekuatan, dengan GBP/USD meningkat ke 1,3683, mendekati level tertinggi tahun lalu. Data PMI Inggris yang lebih kuat dari prakiraan menandakan peningkatan kepercayaan bisnis dan keberlanjutan aktivitas di sektor swasta. Pergerakan harga tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap momentum pertumbuhan di Inggris serta respons terhadap melemahnya dolar AS secara luas.
Momentum rally didorong oleh gambaran ekonomi yang lebih solid di rumah, meskipun investor tetap mempertimbangkan ketidakpastian global. Analisis berharap PMI yang kuat bisa mendukung prospek ekonomi Inggris dalam jangka pendek. Sambil itu, fluktuasi volatilitas tetap menjadi bagian dari dinamika pasar valuta asing saat ini.
Namun, para peserta pasar juga menilai bahwa kebijakan jangka menengah tetap terpapar risiko politik. Ketidakpastian terkait pemilihan sela Partai Buruh dan potensi perubahan kepemimpinan perdana menteri dapat mempengaruhi kestabilan pound meskipun tren pertumbuhan terlihat positif.
Meski momentum positif, pandangan pasar masih dibayangi kekhawatiran politik. Rencana pemilihan sela Partai Buruh dan kemungkinan perubahan kepemimpinan bisa mengubah lanskap kebijakan fiskal dan moneter Inggris. Perubahan tersebut berpotensi menambah volatilitas pada pasangan GBPUSD.
Aksi harga juga sangat dipengaruhi perkembangan politik domestik, termasuk dinamika koalisi dan dukungan publik. Pasar menilai bahwa pemilu lokal bisa menambah tekanan pada pound karena ketidakpastian kebijakan di masa mendatang. Struktur risiko ini membuat arah pergerakan tetap dipantau dengan cermat oleh pelaku pasar.
Di sisi lain, pasar menimbang bahwa optimisme pertumbuhan tidak otomatis mengarah pada jeda pengetatan kebijakan. Beberapa analis berpendapat bahwa tekanan inflasi harus tetap diawasi sebelum BoE menyatakan sikap definitif terkait penurunan suku bunga.
Diskusi mengenai kebijakan suku bunga BoE tetap relevan di tengah data PMI positif dan ketidakpastian politik. Kebijakan moneter kemungkinan akan difokuskan pada bagaimana inflasi berkembang dan bagaimana tekanan harga memengaruhi prospek stabilitas harga ke depan.
Beberapa analis berpendapat bahwa pertumbuhan yang lebih kuat bisa memberikan ruang bagi kestabilan harga, namun tidak semua pendapat mengindikasikan BoE akan menunda penurunan suku bunga. Jika inflasi kembali mendekati target, kebijakan suku bunga bisa tetap terkendali sesuai ekspektasi pasar.
Secara umum, GBPUSD akan tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi berikutnya dan pernyataan pejabat BoE. Investor disarankan mengamati momentum pertumbuhan, dinamika inflasi, serta risiko politik untuk menilai arah pasangan ini dalam periode mendatang.