Di ruang energi dan valuta, dinamika politik menjadi penggerak utama. Laporan terbaru menunjukkan bahwa penyitaan kapal Iran oleh AS menjelang berakhirnya gencatan dua minggu meningkatkan tensi di Teluk. Hal ini mendorong lonjakan harga minyak mendekati $89 per barel dan mempercayakan sentimen risiko secara global.
Di saat pasar menimbang risiko geopolitik, GBP dan mata uang utama lain mencoba menjaga arah terhadap dolar yang sedang melemah secara luas. Nyaris semua segmen pasar mengaitkan pergerakannya pada adanya kemungkinan perpanjangan atau penyelesaian lain yang belum jelas. Sinyal volatilitas meningkat meski sentimen risiko tetap membentuk kerangka harga utama.
Rilis kalender minggu ini juga padat dengan data UK seperti pekerjaan, CPI, dan PMI, yang bertabrakan dengan laporan retail AS dan konfirmasi pendengar Federal Reserve. Investor menilai bagaimana data tersebut bisa mengubah ekspektasi kebijakan dan volatilitas pasar. Di tengah semua ini, narasi Iran tetap menjadi penggerak utama pasar global.
GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3530 pada hari Senin setelah mundur dari tertinggi mendekati 1.3600, dan pasar berada dalam fase konsolidasi. Pergerakan sideways menunjukkan kehati-hatian di tengah pembicaraan geopolitik dan data utama yang akan dirilis. Kondisi ini juga mencerminkan pemulihan yang terbatas sejak rebound awal April dari sekitar 1.3160.
Momentum bullish terpantau menipis di ujung atas kisaran, meski harga tetap bertahan di atas level kunci. Para trader menilai apakah pelemahan lanjutan bisa dihindari dengan dukungan dari jalur teknis. Tanpa sinyal resisten yang jelas dari rata-rata bergerak, arah jangka pendek sangat bergantung pada dinamika momentum jangka pendek.
Support terlihat pada sekitar 1.3485 dari level open harian dan sekitar 1.3421 pada EMA 50 hari, dengan EMA 200 hari berada di sekitar 1.3358. Pembalikan teknis di atas atau di bawah level tersebut bisa menentukan kelanjutan tren. Skenario utama tetap berada dalam kisaran antara 1.3500 dan 1.3600 dalam jangka pendek.
Secara teknikal, GBPUSD mempertahankan bias bullish jangka menengah karena berada di atas EMA 50 hari dan EMA 200 hari. Namun momentum kenaikan terlihat melambat mendekati puncak kisaran, menandakan potensi stabilisasi atau koreksi singkat. Level 1.3500–1.3600 menjadi fokus untuk penilaian arah berikutnya.
Stochastic RSI pada kerangka 15 menit berada di sekitar 18,85, menandakan kondisi oversold jangka pendek dan peluang pembalikan. Sementara itu, Stochastic RSI di kerangka harian berada pada 93,74, menunjukkan keadaan overbought dan risiko koreksi jika harga tidak mampu mempertahankan levelnya. Tanpa resistance dekat yang jelas, pergerakan lebih lanjut akan sangat bergantung pada respons harga terhadap support yang lebih dalam.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, sinyal jual disarankan dengan masuk di sekitar 1.3534, target di sekitar 1.3421, dan stop di 1.3600 untuk menjaga rasio risiko/imbalan di atas 1,5. Sinyal ini sejalan dengan gambaran teknis yang ada namun tetap memerlukan konfirmasi sebelum eksekusi lengkap. Dukungannya berasal dari pola teknis dan konteks makro saat ini, seperti yang dibagikan oleh Cetro Trading Insight.