
Kabar bahwa AS dan Iran telah mencapai perjanjian yang akan ditandatangani di Jenewa pada 19 Juni meningkatkan selera risiko di pasar global. Aset berisiko melonjak, sementara harga minyak mentah WTI turun tajam sebagai dampak dari berita ini. Kejadian geopolitik yang menenangkan juga mengurangi tekanan pada dolar secara umum, meski inflasi tetap menjadi fokus pelaku kebijakan.
Dolar AS melemah, dengan DXY turun sekitar 0.28 persen. Indeks terkait juga mengikuti aliran ini, sementara WTI turun lebih dari 4 persen karena pasar menilai adanya pemulihan pasokan energi dan normalisasi jalur pelayaran di wilayah Teluk.
GBP/USD bergerak di sekitar 1.3436 setelah berita ini, dengan sinyal bahwa risk-on bisa mendukung sterling jika ketegangan mereda. Pasar memperhatikan potensi dampak jangka pendek terhadap mata uang utama, karena pernyataan geopolitik memengaruhi arus modal dan ekspektasi kebijakan moneter.
Rapat kebijakan Federal Reserve yang pertama di bawah kepemimpinan Warsh menjadi fokus utama pekan ini. Pasar menantikan bagaimana Warsh mengomunikasikan kebijakan, ukuran neraca, dan sikapnya terhadap pengetatan moneter. Komentar dan arah kebijakan Warsh dapat membentuk dinamika pasar selama sisa tahun ini.
Inflasi AS pekan lalu tetap berada di atas target 2 persen, sehingga sejumlah pelaku pasar khawatir bahwa Fed akan tetap pada jalur pengetatan jika tekanan harga tidak mereda. Pasar akan memperhatikan bagaimana Warsh menyeimbangkan data inflasi, laju pertumbuhan, dan tenaga kerja dalam penyusunan kebijakan kedepannya.
Di Inggris, hasil pemilihan lokal meningkatkan risiko fiskal jika Burnham menguat di parlemen. Sementara BoE diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan 18 Juni, komentar mengenai kebijakan fiskal Inggris dapat menambah volatilitas pada GBP.
Dari sisi teknikal, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1.3430 dengan bias bearish ringan karena berada di bawah cluster moving average sekitar 1.3472. RSI berada di sekitar 50, menandakan momentum netral menuju arah yang lebih jelas tergantung bagaimana harga menembus level kunci.
Resistansi terlihat di sekitar 1.3472 dan kerangka tren turun mempertegas zona supply tepat di atasnya. Jika harga sulit menembus level tersebut, tekanan jual bisa berlanjut menuju area yang lebih rendah.
Di sisi bawah, support utama berada pada 1.3159; penembusan yang konsisten bisa membuka ruang koreksi lebih dalam. Berdasarkan analisis teknikal ini, peluang trading cenderung ke arah jual dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5. Contoh skenario: entry sekitar 1.3436, stop di 1.3475, dan target di 1.3360.