GBPUSD Tertekan di Dekat Rendah Tiga Bulan: OBR, BoE, dan NFP Memperjelas Arah Pasar

GBPUSD Tertekan di Dekat Rendah Tiga Bulan: OBR, BoE, dan NFP Memperjelas Arah Pasar

Signal GBP/USDSELL
Open1.335
TP1.330
SL1.345
trading sekarang

Poundsterling berada di kisaran terendah tiga bulan, ditekan oleh revisi turun pertumbuhan Inggris oleh Office for Budget Responsibility (OBR) menjadi 1.1% untuk 2026. Pasar juga menilai peluang pemotongan suku bunga BoE pada pertemuan 19 Maret menurun tajam karena lonjakan harga energi dan dinamika inflasi. Kondisi ini menambah tekanan pada kurs GBP di tengah volatilitas harga minyak yang tinggi.

Laju GBP/USD tergelincir sekitar 0.2% pada perdagangan terakhir, mendekati 1.3350, dalam sesi yang menunjukkan ketidakpastian. Momentum teknis tercatat melemah setelah rally dari puncak Januari yang mendekati 1.3870, sementara fokus investor beralih ke data Non-Farm Payrolls AS (NFP) yang diperkirakan melemah sekitar 60 ribu. Data ini bisa menjadi penentu arah GBP/USD menjelang kebijakan BoE pada 19 Maret.

Pengumuman Spring Statement oleh Menteri Keuangan memperkuat gambaran bahwa pertumbuhan UK 2026 dicabut lebih rendah. OBR juga menyoroti dampak konflik Timur Tengah yang bisa mengubah prospek global dan Inggris. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menilai risiko bagi GBP tetap tinggi sampai ada konfirmasi perubahan kebijakan moneter dan harga energi mereda.

Dalam kerangka harian, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3351. Bias jangka pendek terlihat sedikit bearish karena harga berada di bawah rata-rata pergerakan 50 hari sekitar 1.35, meski masih bertengger di atas rata-rata 200 hari sekitar 1.34. Indikator Stochastic berada di bagian bawah rentang, menunjukkan momentum downside yang melemah tetapi belum ada sinyal pembalikan yang kuat.

Zona resistance utama berada di kisaran 1.3400–1.3500, tempat kedua moving averages bertemu dan menahan kenaikan. Penutupan harian di atas zona tersebut diperlukan untuk membuka peluang kembali menuju 1.36. Di sisi bawah, support pertama tercatat di sekitar 1.3360, diikuti 1.3300; jika harga menembus level itu, gambar koreksi lebih dalam bisa membawa target berikutnya menuju 1.32.

Selama harga tetap di bawah moving average jangka pendek, peluang jual cenderung lebih menarik bagi trader yang menunggu konfirmasi pelemahan lebih lanjut. Sinyal teknis menegaskan momentum yang rapuh meskipun ada peluang rebound singkat pada sesi-sesi tertentu. Laporan ini menyajikan pandangan teknis berdasarkan pergerakan harga dan level kunci tanpa mengandalkan emosi pasar.

Strategi yang disarankan melihat peluang jual saat harga berada di kisaran 1.3350 dengan stop loss di 1.3450 dan target turun di 1.33. Rasio risiko-keuntungan sekitar 1:1.9 memenuhi kriteria profesional jika tren turun berlanjut menuju support utama. Namun trader perlu memperhatikan potensi kejutan dari rilis NFP AS dan pernyataan kebijakan Federal Reserve yang bisa menggeser arah pasar.

Alternatif jika GBP berhasil menembus resistance 1.3400 dan menutup di atasnya, maka fokus bergeser ke target 1.36 dengan level resistance berikutnya di sekitar 1.3500. Dalam skenario ini, penguatan bisa menjadi ujian bagi momentum turun yang ada, sehingga trader diingatkan untuk menyesuaikan ukuran posisi.

Manajemen risiko tetap krusial: gunakan ukuran posisi proporsional dengan volatilitas, tentukan level cut loss, dan hindari overtrade saat volatilitas harga minyak dan data ekonomi utama meningkat. Perhatikan sinyal dari BoE dan Fed serta faktor geopolitik Timur Tengah yang bisa memicu gerakan tajam bagi pasangan GBPUSD.

broker terbaik indonesia