GBPUSD Tertekan oleh Tekanan Energi dan Risiko Politik UK, Analisis Rabobank

GBPUSD Tertekan oleh Tekanan Energi dan Risiko Politik UK, Analisis Rabobank

Signal GBP/USDSELL
Open0.000
TP0.000
SL0.000
trading sekarang

Rabobank menyampaikan pandangan dari Jane Foley, Senior FX Strategist. Meskipun Pound terlihat menguat dalam beberapa pekan terakhir, risiko bagi Inggris tetap signifikan. Foley menekankan bahwa dinamika politik dan fiskal sedang membentuk arah pound dalam beberapa bulan mendatang.

Para analis memperingatkan bahwa kejutan berupa kenaikan harga energi bisa menambah sekitar 65 basis poin pada inflasi CPI Inggris menjelang pertengahan tahun. Hal ini bisa membatasi ruang pelonggaran kebijakan Bank of England dan mengurangi peluang pemotongan suku bunga. Analisis tersebut menambah keprihatinan bahwa perbaikan jangka pendek pada pound tidak menjamin kelanjutan tren positif.

Kombinasi utang publik yang besar, ruang fiskal yang sempit meski membaik, serta risiko ketidakstabilan politik terkait Labour dan PM Starmer meningkatkan risiko bagi sterling. Koreksi posisi jangka pendek alias short-covering bisa kehilangan momentum jika sentimen pasar berubah. Dalam suasana fiskal dan politik yang rapuh, prospek sterling tetap bergantung pada dinamika tersebut.

Media keuangan menyoroti bahwa lonjakan harga minyak dan gas berpeluang menekan inflasi domestik dan memperlambat pertumbuhan. Ketidakpastian tersebut menambah tekanan terhadap keuangan publik Inggris. Banyak pelaku pasar menilai volatilitas energi akan tetap menjadi faktor kunci di tengah kebijakan moneter.

Isu fiskal Inggris tidak lepas dari sorotan sejak Truss mini-budget pada September 2022. Utang publik tetap tinggi meski ada perbaikan ruang fiskal, dan pasar gilt sangat sensitif terhadap berita fiskal. Kondisi ini membuat dampak harga energi terhadap prospek kebijakan menjadi semakin penting.

Jika tren harga gas tetap meningkat, headroom fiskal yang dimiliki Menteri Keuangan bisa menyempit dan pertumbuhan bisa tersendat. Meski saat ini ada jeda dalam harga minyak dan gas, Rabobank menyatakan akan memantau perkembangan dengan cermat. Dalam skenario seperti itu, pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh BoE bisa menjadi tidak mungkin untuk tahun ini. Selain itu, jika tren stabil saat ini berlanjut, headline CPI bisa berada di sekitar 2.7% mendekati pertengahan tahun.

Risiko Politik dan Implikasi bagi GBP

May akan menghadirkan pemilu lokal di Inggris dan pemilu parlemen di Wales serta Skotlandia, menambah volatilitas politik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian ini juga menambah tekanan pada posisi sterling jika hasil pemilu tidak memuaskan pasar. Analis menilai bahwa dinamika politik dapat mengikis dukungan pasar terhadap Pound dalam beberapa bulan mendatang.

Ketidakpastian politik bisa memicu pergeseran opini publik terhadap Labour, dan kekhawatiran mengenai kepemimpinan Starmer bisa meningkat jika Labour kurang kuat. Kondisi ini menambah risiko bagi sterling dan bisa memicu pembalikan tren pada GBPUSD. Pasar akan memperhatikan bagaimana posisi faktor politik berinteraksi dengan tekanan energi dan inflasi yang ada.

Jika harga energi tetap tinggi melewati Mei, sentimen terhadap Starmer bisa memburuk dan mengurangi dampak positif terhadap GBP dari penyesuaian posisi. Rabobank menekankan bahwa jika pasar energi tetap stabil, evaluasi kebijakan bisa terjadi, dan untuk saat ini mereka tidak melihat peluang pemotongan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia