
Data CPI Inggris untuk Juni menunjukkan penurunan YoY dari 2.8% menjadi 2.6%, sementara inti CPI tetap di level 2.6%. Penurunan tersebut mengurangi tekanan terhadap Bank of England untuk menaikkan suku bunga, meskipun pasar masih mencermati peluang kenaikan pada pertemuan 5 November. Menurut data Prime Terminal, peluang kenaikan mencapai sekitar 82%.
Pemerintahan baru Inggris, dengan Perdana Menteri Andy Burnham, berencana menggelar langkah untuk menurunkan biaya hidup melalui kebijakan fiskal. Menteri Keuangan John Healey menyatakan data ini positif namun dukungan yang lebih besar bagi rumah tangga tetap diperlukan. Upaya kebijakan mendatang diharapkan meredam dampak inflasi terhadap biaya hidup rumah tangga.
Selain dinamika domestik, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh gejolak di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak. WTI naik lebih dari 2,5% menuju sekitar $86.70 per barel, berpotensi menambah tekanan inflasi global. Investor menantikan data pekerjaan AS dan keputusan kebijakan Fed sebagai katalis berikutnya untuk pergerakan mata uang utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight (Cetro).
Harga minyak melonjak dan menambah volatilitas inflasi global. Pergerakan tersebut berperan sebagai faktor risiko bagi kebijakan moneter di berbagai negara, termasuk AS. Pasar energi menjadi komponen kunci dalam penilaian risiko inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran memperkaya risiko dan ketidakpastian bagi investor. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi hati-hati, dengan potensi perubahan preferensi terhadap dolar AS atau mata uang berisiko. Sinyal geopolitik ini menambah dinamika volatilitas aset berisiko dalam beberapa minggu mendatang.
Dalam kalender data, Initial Jobless Claims, S&P Flash PMIs, dan keputusan kebijakan Fed yang akan datang menjadi katalis tambahan. Investor menimbang skenario pertumbuhan ekonomi global terhadap sinyal kebijakan terbaru. Kondisi ini menjaga pergerakan GBPUSD tetap sensitif terhadap rilis data ekonomi dan pernyataan bank sentral.
Secara teknikal GBPUSD berada di sekitar 1.3375 dengan bias bearish jangka pendek. Harga masih berada di bawah cluster moving averages 50, 100, dan 200 hari pada kisaran 1.3464–1.3472, serta berada di bawah resistance turun sekitar 1.3476. Struktur grafik menunjukkan dominasi tekanan jual di area dekat level resistance tersebut.
RSI (14) di sekitar 49.59 menunjukkan konsolidasi mendekati garis tengah, sehingga momentum arah relatif lemah. Indikator sentimen kebijakan Federal Reserve juga memberi sinyal bahwa kebijakan dapat membatasi penguatan sterling pada rapat-rapat mendatang. Kondisi ini menambah kehati-hatian bagi trader jangka pendek.
Level resistance utama berada di 1.3464, 1.3468, 1.3472, dengan garis 1.3476 berfungsi sebagai zona penghalang. Untuk perubahan tren, diperlukan break berkelanjutan di atas 1.3476. Skenario jual tetap relevan jika harga gagal menembus zona resistensi dan bergerak menuju target sekitar 1.3223.