GBPUSD Tertekan Seiring Ekspektasi CPI AS dan BoE Mendorong Sterling

GBPUSD Tertekan Seiring Ekspektasi CPI AS dan BoE Mendorong Sterling

Signal GBP/USDSELL
Open1.338
TP1.316
SL1.342
trading sekarang

Data inflasi AS diperkirakan meningkat pada rilis CPI bulan Mei, menjaga peluang bagi Federal Reserve untuk melanjutkan langkah pengetatan. Sisi pasar memperhatikan ADP yang menunjukkan moderasi perekrutan swasta, sehingga kekuatan dolar bisa terbatas menjelang rilis inflasi resmi. Para pelaku pasar menilai kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sekitar 23 basis poin pada sisa tahun ini sebagai skenario utama.

Meski proyeksi CPI mendekati estimasi, kenyataannya inflasi AS telah melebihi target 2% Fed dua kali dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini mendorong pasar untuk menilai lintasan kebijakan moneter yang lebih agresif, meskipun volatilitas tetap tinggi karena dinamika ekonomi global. Secara umum, pasar menimbang peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun sebagai bagian dari jalan pengetatan tersebut.

Indeks dolar sempat menguat, namun langkahnya terkendala oleh dinamika geopolitik dan dinamika risiko global. Data ADP terbaru menunjukkan penurunan perekrutan swasta dari 37.5 ribu menjadi 29 ribu, sementara laporan Nonfarm Payrolls pekan sebelumnya menunjukkan peningkatan pekerjaan. Dengan latar belakang ini, investor menantikan rilis CPI May untuk menetapkan arah aliran uang dan volatilitas di pasar valuta asing.

GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3384, setelah menghadapi level terendah mendekati 1.3330. Pergerakan pasangan ini tetap dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan harapan bahwa BoE bisa menyesuaikan kebijakan secara lebih tegas meski risiko inflasi tetap tinggi. Indeks dolar berada pada wilayah datar, sehingga dinamika sterling lebih bergantung pada pernyataan kebijakan domestik dan sentimen risiko global.

Secara teknis, harga berada di bawah zona moving average yang berkumpul sekitar 1.3459 dan garis tren naik dari level 1.3869, keduanya kini berperan sebagai hambatan. RSI (14) berada di sekitar 44, menunjukkan tekanan ke bawah yang masih melekat, meski peluang rebound terbatas. Level resistance terdekat berada di 1.3404, 1.3459, kemudian 1.3575, sedangkan dukungan utama terletak di sekitar 1.3159.

Skema teknis menunjukkan bias bearish jangka pendek. Target penurunan menuju dukungan 1.3159 memberikan peluang bagi posisi jual jika harga menembus bawah level 1.34, sementara peluang perbaikan terbatas hingga level 1.3575. Jika harga berhasil menembus resistance di atas 1.3575, potensi perbaikan menuju 1.3869 bisa muncul dalam beberapa sesi berikutnya.

Penjabat kebijakan BoE meningkatkan ekspektasi pemulihan kebijakan melalui kemungkinan kenaikan suku bunga, yang mendukung Sterling menjelang pembacaan data PDB Inggris. Beberapa analis menilai bahwa tekanan inflasi yang meluas bisa mendorong kebijakan hawkish lebih lanjut, terutama jika data domestik menguat. Pasar juga memperhatikan bagaimana pergerakan risiko global mempengaruhi permintaan terhadap mata uang lokal.

Rencana rilis data Produk Domestik Bruto Inggris untuk April menjadi fokus utama minggu ini untuk menilai daya tahan ekonomi pasca pemulihan. Angka yang lebih kuat bisa menjaga sterling, sedangkan laporan lemah berpotensi memicu pelemahan lebih lanjut. Volatilitas tetap tinggi karena faktor geopolitik dan dinamika kebijakan di negara maju memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan mata uang.

Secara keseluruhan, GBPUSD tetap berada dalam dinamika yang berfluktuasi antara optimisme terhadap kebijakan BoE dan risiko geopolitik global. Struktur teknis yang membatasi penurunan mendorong pandangan jual sementara jika tekanan harga turun lebih lanjut. Namun, jika data inflasi domestik menunjukkan tekanan yang lebih hawkish, sterling bisa tetap menarik terhadap dolar AS dalam beberapa sesi mendatang.

banner footer