GBPUSD tertekan lebih dari 0,5% setelah klaim pengangguran AS dan survei pabrik melampaui ekspektasi pasar. Pergerakan dolar AS didorong oleh DXY yang mencapai level tertinggi tahunan baru, mencerminkan berkurangnya peluang pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat. Kondisi ini menambah beban bagi pound terhadap greenback.
Di sisi lain, data Produk Domestik Bruto Inggris menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, namun pasar tidak menanggapi optimisme tersebut secara signifikan. Pasangan GBPUSD terlihat melemah ke sekitar 1,3367 pada saat kajian ini berlangsung, mengindikasikan dominasi tekanan penjualan jangka pendek di pasar forex.
Para pelaku pasar menilai bahwa aliran dana risk-off dan pengetatan sikap kebijakan moneter AS menguatkan posisi dolar meski data Inggris bernada positif. Laporan klaim pengangguran awal untuk minggu yang berakhir 10 Januari menunjukkan angka 198 ribu, lebih rendah dari proyeksi 215 ribu, yang memperkuat asumsi bahwa pemulihan tenaga kerja AS cukup kuat. Selain itu, indeks manufaktur Empire State dan survei Philadelphia Fed juga menunjukkan momentum yang positif.
Data pekerjaan AS yang lebih kuat mengokohkan ekspektasi terkait durasi sikap kebijakan moneter yang tetap ketat. Hal ini mendorong DXY meluncur ke posisi lebih tinggi dan memperkaya narasi bahwa peluang pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve akan lebih tertunda. Konstruksi ini memperkuat dinamika jual terhadap pound di lintasan kurs utama.
Angka klaim pengangguran 198 ribu menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja AS masih robust meski beberapa indikator menunjukkan tanda pendinginan. Sementara itu, pembacaan PMI Empire State dan Philadelphia Fed yang membaik memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi AS tetap kuat, sehingga mendukung pandangan pasar tentang penurunan tekanan inflasi yang lebih lambat.
Di Inggris, meskipun GDP November naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya, pasar tidak merevisi ekspektasi pemotongan suku bunga BoE secara substansial. Penetapan harga pada swap menunjukkan persepsi pelonggaran sekitar 42 basis poin menjelang akhir 2026, merefleksikan masuknya faktor eksternal yang berat terhadap arah suku bunga domestik. Implikasi dari dinamika ini adalah dorongan berkelanjutan bagi dolar relatif terhadap pound jika AS tetap pada jalur kebijakan yang lebih agresif.
Secara teknikal, GBPUSD telah menembus di bawah moving average 200-hari sekitar 1.3395, memberi sinyal bias bearish yang kuat. RSI tetap berada di wilayah di bawah netral, memperkuat tekanan jual dan memetakan kemungkinan kelanjutan tren ke sisi bawah. Target berikutnya berada di sekitar 1.3313 sebagai support terdekat, dengan potensi penurunan lebih lanjut menuju 1.3300 jika tekanan berlanjut.
Saat ini, resistansi pertama berada di sekitar 1.3400, dengan pelanggaran di atas level tersebut membawa peluang untuk potensi koreksi ke 1.3451 dan 1.3500. Jalur harga ini sejalan dengan gambaran teknikal bahwa pergerakan ke bawah lebih mungkin terjadi dalam waktu dekat, kecuali adanya perubahan signifikan pada dinamika kebijakan AS atau keluaran data ekonomi yang mengejutkan. Pedagang disarankan memperhatikan pola jual di atas area 1.3400 untuk menjaga eksposur risiko dan prospek target di 1.3313.
| Level | Deskripsi |
|---|---|
| 1.3395 | SMA 200-hari turun, memberi tekanan pada downside |
| 1.3313 | Target support pertama |
| 1.3300 | Support lanjut jika tekanan berlanjut |
Kesimpulannya, lingkungan teknikal saat ini menunjang peluang jual dengan risiko-imbalan minimal sekitar 1:1,5 jika target tercapai. Strategi ini mengandalkan pergerakan harga yang menutup jarak antara open di sekitar 1.3367 dan TP dekat 1.3313, sambil menjaga SL di 1.3400 untuk menjaga jarak risiko yang proporsional.