TD Securities mencatat GDP UK Desember sebesar 0.1% secara bulanan, sesuai ekspektasi. Namun revisi untuk November menempatkan pertumbuhan kuartal empat pada hanya 0.1% q/q, lebih rendah dari konsensus dan proyeksi Laporan Kebijakan Moneter (MPR) BoE. Data ini menggambarkan lemahannya sektor-sektor utama dan dinamika ekonomi yang terbatas, berpotensi mempengaruhi suara para voter MPC menuju pemotongan suku bunga pada Maret.
Indeks Layanan Desember menunjukkan pola serupa: catatan bulanan 0.3% lebih tinggi dari estimasi, tetapi laju tiga bulan menunjukkan stagnasi. Meskipun ada kontribusi dari transportasi, administrasi, dan perdagangan grosir, penilaian menyeluruh terhadap pertumbuhan menjadi kurang meyakinkan.
Keseluruhan, data akhir tahun menunjukkan pelemahan yang bisa memperkuat argumen untuk pemangkasan suku bunga. Walau beberapa angka bulanan berada dalam ekspektasi, revisi turun November menambah nuansa negatif terhadap prospek ekonomi. Analisis ini menyoroti bahwa kebijakan MPC mungkin perlu menimbang risiko pertumbuhan yang melambat.
Implikasi potensi pemotongan suku bunga pada Maret berpotensi melemahkan sterling jika pasar menilai langkah tersebut sebagai lebih dovish. Pasar mata uang cenderung merespons secara sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter, terutama saat data ekonomi menunjukkan pelambatan.
Penurunan pertumbuhan dan ketidakpastian kebijakan dapat menambah volatilitas pada GBPUSD, dengan fokus pada bagaimana ekspektasi suku bunga BoE berubah seiring waktu. Investor juga menilai risiko pertumbuhan yang melambat dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi posisi mereka terhadap pasangan tersebut.
Menurut Cetro Trading Insight, sinyal teknikal dan fundamental sejalan untuk tekanan pada GBPUSD jika pasar mengantisipasi pemotongan suku bunga pada Maret. Rekomendasi teknikal menunjukkan potensi sinyal jual dengan rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5, sesuai kriteria yang ditetapkan untuk strategi perdagangan kami.