GoTo Setujui Buyback Rp3,5 Triliun 2026–2027: Struktur Permodalan dan Nilai Pemegang Saham Diperkokoh

GoTo Setujui Buyback Rp3,5 Triliun 2026–2027: Struktur Permodalan dan Nilai Pemegang Saham Diperkokoh

trading sekarang

GoTo Gojek Tokopedia menyatakan rencana pembelian kembali saham hingga 3,5 triliun rupiah untuk dua tahun ke depan. Ini adalah langkah terobosan yang menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga momentum pertumbuhan. Di tengah dinamika persaingan industri teknologi dan e commerce, langkah buyback ini dipandang sebagai sinyal positif bagi investor. Cetro Trading Insight memantau bagaimana strategi ini akan mempengaruhi persepsi pasar ke depan.

Menurut siaran pers, RUPST dan RUPSLB menyetujui buyback serta pengangkatan kembali sejumlah anggota Dewan Komisaris, yakni Agus D.W Martowardojo sebagai Komisaris Utama, Marjorie Tiu Lao sebagai Komisaris Independen, dan Santoso Kartono sebagai Komisaris. Keputusan ini mencerminkan fokus perseroan pada kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola yang kuat. Sementara itu tidak ada perubahan pada struktur Dewan Komisaris dan Direksi yang ada, menunjukkan konsistensi arah bisnis GoTo.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menyampaikan bahwa dukungan dari para pemegang saham mendorong perusahaan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang. Ia menekankan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara investasi, kepatuhan tata kelola, dan manfaat bagi pemegang saham serta jutaan ekosistem GoTo setiap hari. Dalam konteks 2026, perusahaan fokus pada mewujudkan nilai berkelanjutan bagi mitra pengemudi, konsumen, dan mitra pedagang.

RUPS tidak mengubah posisi inti Dewan Komisaris maupun Direksi, sehingga arah strategi tetap konsisten. Konsistensi susunan pimpinan dipandang sebagai faktor penting untuk menjaga ritme eksekusi dan tata kelola perusahaan. Para pemangku kepentingan dapat melihat kelanjutan kebijakan yang telah berjalan dengan disiplin.

Agus D.W Martowardojo mendapatkan mandat untuk tetap menjabat sebagai Komisaris Utama. Di samping itu, Marjorie Tiu Lao diproyeksikan sebagai Komisaris Independen, dan Santoso Kartono juga tetap berada di jajaran Komisaris. Perubahan minor ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman dan independensi dalam pengawasan kinerja perusahaan. Penunjukan ini juga diharapkan memperkuat hubungan antara manajemen dan pemegang saham.

Para Komisaris menilai kinerja Direksi dan Dewan Komisaris secara positif, menyoroti disiplin eksekusi serta kepatuhan terhadap standar tata kelola tinggi. Mereka menyatakan apresiasi terhadap komitmen jajaran manajemen dalam menjalankan strategi jangka panjang dan menjaga kepentingan pemegang saham. Dengan struktur kepemimpinan yang stabil, GoTo dinilai siap menghadapi tantangan pasar di 2026 dan seterusnya.

Langkah buyback diharapkan meningkatkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang, sambil menjaga likuiditas pasar. Program pembelian kembali saham dapat memperbaiki rasio keuangan utama dan memberikan sinyal positif kepada investor tentang keyakinan manajemen terhadap prospek. Dalam kerangka ini, fokus pada pertumbuhan berkelanjutan tetap menjadi landasan strategi perusahaan.

Selain buyback, pemegang saham menyetujui banyak agenda administratif, termasuk Laporan Tahunan 2025, Laporan Keuangan Konsolidasian Diaudit 2025, penetapan remunerasi bagi Direksi, dan tunjangan bagi Dewan Komisaris. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan juga dipakai untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Langkah ini menegaskan komitmen GoTo terhadap tata kelola yang baik.

GoTo menegaskan manfaat bagi ekosistemnya, termasuk mitra pengemudi, konsumen, dan mitra pedagang. Kepemimpinan yang berkelanjutan dan struktur permodalan yang kuat diharapkan memperkuat kepercayaan pasar serta memfasilitasi investasi di platform. Dengan demikian, pemegang saham dan komunitas pengguna GoTo dapat merasakan dampak positif dari kebijakan ini dalam jangka panjang.

banner footer