Harga Emas Tertekan: ETF Keluar, Ekspektasi Fed Meningkat, Dolar Menguat | Cetro Trading Insight

Harga Emas Tertekan: ETF Keluar, Ekspektasi Fed Meningkat, Dolar Menguat | Cetro Trading Insight

Signal XAU/USDSELL
Open3990
TP3930
SL4030
trading sekarang

Menurut Carsten Fritsch dari Commerzbank, harga emas sempat menyentuh di bawah USD 4.000 per troy ounce sebelum investor melakukan bargain buying. Meski demikian, sentimen pasar menunjukkan emas berada di jalur penurunan kuartalan terbesar dalam 13 tahun, dengan penurunan bulanan yang sangat tajam. Pergerakan harga ini juga terkait perubahan aliran dana di ETF, yang mempengaruhi likuiditas pasar logam mulia.

Pada bulan Juni, penurunan sekitar 11 persen termasuk salah satu bulan terburuk dalam 15 tahun terakhir. Investor menimbang dinamika imbal hasil obligasi dan kekuatan dolar, yang telah menekan harga emas lebih lanjut. Data keuangan pekan ini menekankan pentingnya data ketenagakerjaan AS sebagai penentu arah harga ke depan.

Di awal kuartal, sebagian pelaku pasar masih melihat peluang pemangkasan suku bunga oleh Fed tahun ini. Namun ekspektasi potensi kenaikan suku bunga kini lebih kuat, sehingga pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka. Pergeseran kebijakan tersebut mendorong imbal hasil obligasi naik dan menguatkan dolar AS, yang pada akhirnya menekan harga logam mulia. Laporan ini dipersembahkan oleh Cetro Trading Insight.

Faktor utama yang saat ini menggerakkan pasar adalah ekspektasi hawkish dari Federal Reserve. Kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS membuat logam mulia lebih sulit bersaing sebagai alternatif simpan nilai. Investor juga melihat bahwa aliran keluar dari ETF emas menunjukkan tekanan jelas pada volatilitas harga.

Aliran ETF menunjukkan keluarnya lebih dari 40 ton sejak awal kuartal, dengan lebih dari 30 ton keluar hanya dalam enam hari perdagangan terakhir. Data ini menambah tekanan pada harga karena permintaan investor fisik berkurang. Di samping itu, penguatan dolar membuat banyak level teknis emas menjadi sorotan bagi trader jangka pendek.

Laporan tenaga kerja AS yang akan datang dipandang sangat menentukan arah harga emas ke depan. Jika angka menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga bisa meningkat lebih lanjut. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan jual bagi logam mulia dan memperkuat asumsi bahwa reli harga akan tertahan.

banner footer