Harga Logam Mulia Dekati 5.000 USD Didukung Gejolak Geopolitik dan Data Ekonomi AS

Harga Logam Mulia Dekati 5.000 USD Didukung Gejolak Geopolitik dan Data Ekonomi AS

trading sekarang

Harga logam mulia bergerak positif dan mendekati level sekitar $5.000 per ounce pada pembukaan sesi Asia Jumat, didorong oleh peningkatan permintaan perlindungan aset akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Para pelaku pasar melihat emas sebagai pelindung nilai utama di tengah ketidakpastian regional. Laporan awal menunjukkan respons pasar yang mendukung aset safe-haven.

Investors menantikan pembacaan GDP Q4, PCE, dan PMI untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan moneter AS. Data yang lebih kuat dapat memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk menahan perubahan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, posisi suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan logam mulia karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, sinyal geopolitik tetap menjadi risiko utama. Aktivitas militer dan operasi logistik di beberapa wilayah meningkatkan ketidakpastian dan memperkuat daya tarik emas sebagai aset perlindungan nilai bagi investor yang khawatir akan eskalasi lebih lanjut.

Data ekonomi AS menunjukkan kinerja yang relatif stabil, sehingga Fed bisa menahan perubahan kebijakan untuk saat ini. Neel Kashkari dari Federal Reserve Minneapolis menekankan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, sedangkan Mary Daly dari Federal Reserve San Francisco menyatakan kebijakan saat ini berada pada tempat yang tepat untuk menjaga stabilitas harga dan pekerjaan.

Perkiraan jalur kebijakan jangka menengah tetap berada di area yang lebih tinggi, yang biasanya menekan logam tidak berpenghasilan seperti emas. Meski demikian, ekspektasi terhadap langkah-langkah kebijakan yang moderat membantu menenangkan volatilitas, tergantung bagaimana data baru akan membentuk prospek suku bunga ke depan.

Geopolitik tetap menjadi faktor risiko utama. Ketegangan bisa menjaga aliran permintaan safe-haven jika risiko regional meningkat, meski data ekonomi yang solid bisa mengurangi tekanan pada harga emas dalam jangka pendek.

Arah berikutnya yang perlu diamati para pelaku pasar

Rilis GDP Q4, PCE, dan PMI yang dijadwalkan nanti Jumat menjadi fokus utama, karena hasilnya bisa mengubah persepsi investor terhadap jalur kebijakan Fed. Investor akan mengamati bagaimana data tersebut melengkapi gambaran tentang kekuatan ekonomi AS dan prospek inflasi. Menurut Cetro Trading Insight, data tersebut juga bisa memicu volatilitas jangka pendek tergantung bagaimana para pelaku pasar merespons angka-angka tersebut.

Selain itu, pernyataan dari pejabat Fed serta potensi eskalasi geopolitik akan menjadi katalis penting. Perkembangan militer, aktivitas logistik, serta komentar otoritas terkait dapat memicu perubahan arah aliran modal ke aset safe-haven atau sebaliknya.

Secara keseluruhan, meskipun peluang penguatan jangka pendek tetap ada karena permintaan perlindungan, risk management menjadi kunci. Investor disarankan menyeimbangkan antara faktor geopolitik, data ekonomi, dan sinyal kebijakan agar tidak terpapar risiko berlebihan pada satu aset saja.

broker terbaik indonesia