
Menurut Bas van Geffen, senior macro strategist Rabobank, harga minyak telah naik dan Brent kini berada sekitar $106 per barel. Ketegangan di Timur Tengah serta gangguan pada Selat Hormuz menambah tekanan pada arus pasokan global. Ia menegaskan bahwa pasar futures belum sepenuhnya mencerminkan risiko pasokan terhadap minyak mentah maupun gas alam.
Ia menyoroti bahwa kejutan inflasi tampaknya tidak terhindarkan, dan intensitas serta durasi dampaknya menjadi kunci bagi dinamika ekonomi dunia. Semakin lama konflik berlanjut, semakin besar potensi dampak stagflasi yang bisa terjadi. Di samping itu, tekanan biaya input energi yang meningkat meneruskan beban pada biaya produksi dan harga barang di berbagai negara.
Di sisi pasar energi, meski terdapat ketenangan relatif, risiko pasokan tetap tinggi sehingga volatilitas bisa kembali meningkat. Pengamat pasar juga menekankan bahwa kebijakan fiskal dan moneter perlu direspons dengan kehati-hatian untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan. Kita perlu memantau pergerakan persediaan global dan langkah-langkah penyediaan energi agar tidak terjadi kelangkaan lebih lanjut.
Analisis ini menilai bahwa kejutan inflasi kemungkinan tidak bisa dihindari, dengan fokus pada intensitas dan durasi dampaknya bagi konsumen dan produsen. Energi menjadi pendorong utama biaya di rantai pasokan global, yang berpotensi menggerogoti margin keuntungan di banyak sektor. Hal ini juga mempengaruhi kebijakan moneter dan keputusan investasi perusahaan.
Lonjakan biaya energi juga dipicu oleh kenaikan harga ekspor China pada banyak barang karena input minyak dan minyak terkait. Ketegangan geopolitik memperburuk biaya produksi serta transportasi, memperkuat tren harga energi yang naik secara berkelanjutan sepanjang waktu. Implikasi ini dapat menambah tekanan pada daya beli konsumen di berbagai negara.
Para analis menekankan pentingnya menilai dampak kebijakan makro dan respons perusahaan terhadap tekanan inflasi. Scenario utama meliputi perlambatan ekonomi global dengan inflasi tinggi, yang berpotensi memicu stagflasi jika pertumbuhan melambat tanpa penurunan harga energi. Pasar energi tetap berada dalam fokus karena perubahan geopolitik bisa mempercepat pergerakan harga lebih lanjut.
| Atribut | Nilai |
|---|---|
| Brent | ≈$106/barel |
| Isu utama | Ketegangan Timur Tengah, potensi gangguan Selat Hormuz |
| Risiko utama | Inflasi kejutan, potensi stagflasi global |