Harga Minyak Dunia Menguat Sementara: Perundingan AS-Iran Berpotensi Mengubah Arah Pasokan hingga 2026

Harga Minyak Dunia Menguat Sementara: Perundingan AS-Iran Berpotensi Mengubah Arah Pasokan hingga 2026

Signal /SELL
Open63.550
TP58.000
SL64.000
trading sekarang

Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi Jumat, menyusul perundingan antara AS dan Iran yang berlanjut ke tahap berikutnya. Pasar menilai kemajuan diplomatik bisa menahan risiko gangguan pasokan dan volatilitas harga. WTI naik 0,4% menjadi USD63,55 per barel, sedangkan Brent menguat 0,7% ke USD68,05 per barel.

Iran dilaporkan tetap menekankan komitmen pada pengayaan bahan bakar nuklir meski pembicaraan berlangsung. Laporan media pemerintah menegaskan fokus dialog adalah isu nuklir, sementara AS mengusulkan pembahasan yang juga mencakup rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan. Meski agenda belum disepakati, para analis melihat pertemuan ini berpotensi menenangkan sentimen pasar dalam jangka pendek.

Isu geopolitik tetap nyala karena aliran minyak lewat Selat Hormuz berpotensi terdampak bila ketegangan kembali meningkat. Pasokan dari negara produsen utama berputar di sekitar jalur sempit itu, dan volatilitas harga bisa naik jika eskalasi meningkat. Secara umum, jika perundingan berjalan lancar dan ketegangan mereda, harga minyak berpeluang turun lebih lanjut dalam periode mendatang.

Secara teknikal, minyak WTI berada di atas level kunci USD64,50, yang membuat tren jangka pendek cenderung melemahkan tekanan turun. Namun pergerakan di bawah level tersebut dapat mengubah sentimen pasar menjadi lebih bearish dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat pedagang memperhatikan level resistensi utama di USD65,50–USD66,00 untuk potensi penguatan lanjutan.

Pasar tetap sangat bergantung pada hasil perundingan AS-Iran, karena outcomes geopolitik bisa menggeser arah harga dalam beberapa sesi. Jika harga berhasil bertahan di atas USD64,50, peluang menuju resistensi di USD65,50–66,00 meningkat, sedangkan kejutan negatif bisa memperlemah posisi harga secara cepat.

Untuk Brent, level kunci berada di sekitar USD69,50–70,00 agar penguatan berlanjut. Menembus area tersebut dapat membuka peluang pergerakan ke level yang lebih tinggi; sebaliknya, kegagalan bertahan di kisaran ini berpotensi memicu koreksi. Pergerakan kedua poros minyak utama ini tetap menjadi indikator utama bagi dinamika harga global.

Capital Economics menilai bahwa kekhawatiran geopolitik pada akhirnya kalah oleh fundamental yang lemah, dengan proyeksi harga turun mendekati USD50 per barel pada akhir 2026 karena peningkatan produksi, khususnya dari Kazakhstan. Pandangan ini menekankan bahwa faktor jangka panjang lebih dominan daripada fluktuasi sesaat. Namun, risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai jika ketegangan kembali meningkat.

Penurunan mingguan harga minyak juga didorong aksi jual luas di pasar global dan ekspektasi berlanjutnya pasokan berlebih. Disisi lain, Arab Saudi baru-baru ini memangkas harga jual resmi minyak Arab Light ke Asia ke level terendah dalam lima tahun, menandai penurunan untuk bulan keempat berturut-turut dan menambah tekanan pada pasar.

Dalam konteks pasokan, produksi utama di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya memberi dampak signifikan pada harga. Kebijakan penetapan harga dan produksi berkelanjutan negara-negara penghasil utama, termasuk Arab Saudi, UAE, Kuwait, dan Iran, memodulasi dinamika pasokan global. Investor perlu memantau kebijakan produksi dan potensi gangguan untuk menilai risiko jangka panjang.

broker terbaik indonesia