
Harga minyak mentah diperdagangkan mendekati US$95 per barel, sejalan dengan optimisme bahwa pembicaraan damai antara AS dan Iran bisa berlanjut. Pasar menilai bahwa kemungkinan normalisasi pasokan lebih berkontribusi pada stabilitas harga daripada memicu lonjakan signifikan. Analisis pasar menunjukkan bahwa dinamika pasokan yang lebih teratur menjadi pendorong utama ketenangan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Meski ada blokade pelayaran, beberapa kapal dilaporkan berputar di Selat Hormuz, dan arus lalu lintas di rute itu tetap rendah dibandingkan pra-konflik. Ketidakpastian ini tetap menjadi risiko potensial bagi pasokan minyak global. Namun para pelaku pasar menilai bahwa sinyal normalisasi pasokan yang lebih luas dapat membatasi volatilitas harga meskipun sanksi berlanjut.
Pembahasan mengenai AS-Iran yang kemungkinan dilanjutkan di Pakistan akhir pekan ini menambah optimisme bahwa konflik dapat meredam lebih lanjut. Admin Amerika Serikat juga menyatakan harapan bahwa perang di Iran hampir berakhir, meskipun belum ada tanggal pasti. Di Timur Tengah, kabinet Israel membahas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon, sebuah langkah yang penting bagi kerangka perdamaian regional. Namun keterlibatan Hezbollah tidak jelas, sehingga dampak langsungnya terhadap dinamika harga tetap terbatas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Analisis menunjukkan bahwa pergerakan harga saat ini lebih didorong oleh ekspektasi normalisasi pasokan daripada perubahan permintaan mendadak. Pasar mengantisipasi bahwa pembukaan jalur pelayaran dan pelonggaran hambatan bisa menurunkan risiko gangguan pasokan di masa depan. Meski demikian, investor tetap berhati-hati karena ketegangan geopolitik regional berpotensi muncul kapan saja.
Jika dialog AS-Iran berlanjut dan peluang pembukaan Selat Hormuz terealisasi, risiko gangguan pasokan bisa berkurang lebih jauh. Namun hingga ada kepastian tanggal dan hasil negosiasi, kisaran harga saat ini bisa bertahan dalam jangka pendek. Banyak analis menyarankan pengamatan berkala terhadap perkembangan pasokan dan pernyataan resmi terkait negosiasi untuk mengatur ekspektasi.
Karena sinyal perdagangan belum menunjukkan arah yang jelas, rekomendasi trading untuk instrumen minyak tetap dalam posisi menunggu. Investor disarankan menilai profil risiko dan diversifikasi, mengingat volatilitas yang bisa muncul dari fluktuasi geopolitik. Dengan rasio risiko terhadap hadiah minimal 1:1,5 dan fokus pada konfirmasi pasokan, keputusan trading sebaiknya menunggu kepastian perkembangan negosiasi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.