ICE Brent sedikit melemah namun tetap tangguh di tengah pergerakan risk-off yang meluas. Dolar AS cenderung melemah, yang memberi dukungan bagi harga minyak secara umum. Selain itu spread waktu yang lebar menandakan pasar fisik yang relatif ketat sehingga pasokan bisa terjatuh pada level yang lebih rendah dari permintaan.
Di Kazakhstan terdapat gangguan pasokan dari TengizchevrOil yang menghentikan sementara produksi di ladang Tengiz dan Korolev setelah dua kebakaran pada generator listrik. Produksi perusahaan diperkirakan mencapai sekitar 890 ribu barel per hari pada tiga kuartal pertama 2025, menambah beban pasokan. Analis menilai bahwa dinamika ini menambah risiko suplai bagi Brent ketika pasar menimbang langkah aturan UE terhadap produk olahan Rusia.
Crack gasoil menunjukkan kekuatan baru di Eropa, mendekati US$25 per barel, mendukung pasar distilat menengah. Kebijakan UE yang melarang impor produk olahan terkait minyak Rusia mulai berlaku pada 21 Januari meningkatkan tekanan terhadap aliran distilat ke Eropa. Meski jalur perdagangan terus menyesuaikan diri, faktor supply yang sempit tetap memberikan dukungan bagi minyak mentah secara umum.
Ketidakseimbangan pasokan di Kazakhstan terlihat pada langkah TengizchevrOil menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolev setelah dua kebakaran generator. Penutupan tersebut menambah tekanan pada produksi sekitar 890 ribu barel per hari selama kuartal pertama 2025. Dampaknya terasa pada aliran minyak keluar dari negara itu menuju pasar global.
Selain itu ekspor melalui terminal CPC di Rusia terganggu oleh serangan drone, yang menekan kapasitas ekspor dan meningkatkan volatilitas harga. Gangguan tersebut menambah ketidakpastian pasokan terutama bagi negara pengguna utama minyak di wilayah Eropa. Pasar tetap memantau dinamika ini karena dapat memicu penyesuaian pada harga Brent.
Para analis menilai bahwa gangguan beruntun di Kazakhstan meningkatkan risiko pasokan fisik dan memperkuat kasus bagi Brent untuk berada dalam kisaran tinggi. Secara teknis, pasar menunjukkan korelasi positif dengan dinamika pasokan global meski ada beberapa koreksi kecil. Ketidakpastian regulasi dan permintaan global tetap menjadi faktor kunci yang membentuk arah jangka pendek.
Crack gasoil ICE telah menunjukkan kekuatan baru dalam beberapa hari terakhir mendekati US$25 per barel. Hal ini mencerminkan permintaan distilat menengah yang tetap kuat meski pasokan crude bergerak berfluktuasi. Pergerakan ini berfungsi sebagai penopang tambahan bagi harga minyak mentah secara umum.
Larangan UE terhadap impor produk olahan minyak Rusia yang mulai berlaku pada 21 Januari diperkirakan mengubah arus distilat menengah dari India ke Eropa. Perubahan ini berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan mengubah pola pembelian di pasar global. Penyuling India dilaporkan sedang menyesuaikan pembelian minyak mentah demi menjaga aliran ke UE sambil mengelola dampak regulasi.
Beberapa penyuling India dilaporkan menyesuaikan pembelian minyak mentah untuk tetap menjual ke UE pasca larangan. Langkah ini mencerminkan dinamika perdagangan global yang sedang bertransisi. Dengan demikian, prospek Brent tetap mendapat dukungan dari kombinasi permintaan distilat dan gangguan pasokan sambil menyikapi risiko regulasi.