IHK Australia menunjukkan inflasi yang tetap kuat pada sektor jasa dan perumahan, disertai tenaga kerja yang tetap tangguh. Kondisi ini menambah tekanan pada harga dan menambah pandangan bahwa laju inflasi masih berada di atas target. Para analis menilai dinamika ini mendorong langkah kebijakan yang tegas meski berhati-hati di masa mendatang.
IHK Desember tercatat 3,4% secara tahunan, sedikit di atas konsensus 3,3%. Tekanan harga di perumahan melonjak 5,5% YoY, sedangkan sektor rekreasi dan budaya naik 4,5% YoY. Data ini menegaskan inflasi inti masih sulit melunak dalam tempo dekat.
Secara keseluruhan, angka-angka tersebut memperkuat argumen untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut. Banyak analis menilai RBA akan melanjutkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Februari. Keputusan itu dinilai akan menyeimbangkan antara dukungan terhadap pertumbuhan dan pengendalian inflasi yang tetap tinggi.
Latar kebijakan moneter Australia tetap ketat karena inflasi tetap di atas target. Meskipun ada tantangan pertumbuhan, harga barang dan jasa yang lebih tinggi memandu sikap kebijakan. RBA perlu menjaga langkahnya agar tidak kehilangan kendali atas inflasi.
Menurut analitis regional ING, inflasi yang lebih tinggi dari target meningkatkan peluang kenaikan 25bp pada Februari. IHK Desember mengonfirmasi inflasi tetap di atas target Bank. Pandangan ini menegaskan jalur kebijakan yang hati-hati dan terencana.
Kebijakan yang diantisipasi menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pengendalian inflasi. RBA kemungkinan menaikkan suku bunga secara berhati-hati untuk mempertahankan stabilitas tanpa mendorong perlambatan aktivitas ekonomi. Langkah ini bertujuan menjaga pertumbuhan sambil menahan lonjakan biaya pinjaman.
Dampak ekspektasi hawkish terlihat pada pasar AUDUSD yang lebih optimistis, dengan narasi penguatan mata uang Australia terhadap dolar AS. Investor juga menilai kurva imbal hasil akan mendukung posisi long AUD versus USD. Kondisi ini didorong aliran modal dan pergeseran sentimen yang lebih positif terhadap aset berbasis komoditas dan suku bunga negara ini.
Namun RBA tetap menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi dan menghindari perlambatan akibat kenaikan biaya pinjaman. Inflasi yang tetap tinggi membuat bank sentral berhati-hati dalam mendorong kenaikan biaya pinjaman lebih jauh. Pasar terus menantikan data rilis berikutnya untuk konfirmasi arah kebijakan.
Sinyal teknikal dan fundamental sejalan dengan potensi peluang beli AUDUSD jika ekspektasi kenaikan 25bp terkonfirmasi. Entry diperkirakan di level open 0.6650, target profit 0.6800, dan stop loss 0.6580 untuk menjaga rasio risiko-keuntungan minimal 1:1.5. Investor disarankan memperhatikan pergerakan data berikutnya untuk konfirmasi arah.