
Kondisi pasar saham Indonesia pekan ini dihadapkan pada dinamika global yang bergolak namun penuh peluang. Data produksi industri China menjadi penentu arah pemulihan ekonomi dunia dan berpotensi memicu respons beragam di pasar domestik.
Cetro Trading Insight menilai momentum ini bisa menjadi katalis bagi saham-saham nasional yang memiliki eksposur ekspor. Karena China adalah mitra dagang utama Indonesia, angka-angka produksi China berperan sebagai indikator kunci bagi aktivitas ekspor nonmigas kita.
Di sisi lain, pasar juga memantau arah kebijakan moneter global, khususnya BoJ. BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,00%, selain itu inflasi Jepang juga jadi petunjuk arah kebijakan. Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik bisa mendorong tekanan inflasi dan menambah volatilitas global, termasuk pasar negara berkembang seperti Indonesia.
IHSG saat ini berada dalam tren turun jika dilihat dari pergerakannya sejak puncak tertinggi, yang tercermin dari pola lower low dan lower high. Namun, beberapa sinyal teknikal menunjukkan fase relaksasi tekanan bearish.
Secara teknikal, IHSG diduga telah membentuk extension pattern sejak pertengahan April dan berpotensi menyelesaikan lima gelombang penurunan. Skenario bullish akan terkonfirmasi jika IHSG menembus level resistance di 6.286. Sementara jika gagal, koreksi bisa berlanjut menuju level-support sekitar 5.695.
| Level | Nilai |
|---|---|
| Resistance | 6.286 |
| Support | 5.695 |
Meski begitu, pola candlestick akhir pekan menunjukkan keraguan pasar. Spinning top di candle sebelumnya menunjukkan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, sedangkan candle shooting star menandakan bahwa momentum belum cukup kuat untuk menembus resistance. Investor menunggu katalis yang lebih jelas sebelum mengambil arah posisi.
Riset memberikan dua saham rekomendasi untuk pekan ini: TPIA dan MNCN, dengan fokus teknikal dan peluang pullback yang jelas.
Untuk TPIA, rekomendasinya Buy on Pullback dengan kisaran entry Rp1.715–Rp1.790, TP Rp2.070, dan SL di bawah Rp1.680.
Untuk MNCN, rekomendasinya Buy dengan entry Rp214, TP Rp230; informasi mengenai Stop Loss belum disebutkan dalam rilis tersebut, sehingga investor perlu menilai ulang sebagai bagian dari manajemen risiko.