IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan ke kisaran 7.497–7.677, didorong oleh dominasi volume pembelian pada perdagangan terakhir. Kondisi ini menunjukkan momentum positif bagi para pelaku pasar untuk melihat peluang kenaikan lebih lanjut. Analisis pasar mencatat bahwa dinamika volume masih menjadi pendorong utama pergerakan indeks secara harian.
Analisa teknikal kami menunjukkan IHSG berada dalam fase yang mendukung tren naik jangka pendek. Selain itu, pola pembalikan dan konstelasi wave memberi konfirmasi pelaku pasar terhadap arah positif yang berlanjut. Hal ini membuat prospek jangka pendek lebih optimis meski volatilitas tetap ada di pasar global.
Kendati optimisme tetap terjaga, risiko koreksi tetap ada jika tekanan jual meningkat. Beberapa skenario wave menyatakan IHSG mungkin turun ke area 6.745–6.849 jika sentimen melemah. Secara teknikal, level support berada di 7.020 dan 6.917, sedangkan level resistance ada di 7.323 dan 7.440.
Dari sisi teknikal, IHSG saat ini berada di atas MA20, sebuah sinyal positif yang mendasari potensi lanjutnya tren kenaikan. Kondisi ini memberi konfirmasi bagi para pelaku pasar bahwa momentum bullish bisa bertahan jika tidak ada kejutan eksternal yang menggoyahkan pasar. Namun demikian, para investor tetap menjaga kewaspadaan terhadap volatilitas yang masih cukup tinggi.
Riset ini juga menyoroti kemungkinan koreksi pendek meski arah umum tetap naik. Gelombang C dari wave [B] bisa menekan IHSG dalam beberapa sesi ke depan, sehingga diperlukan manajemen risiko yang tepat. Investor disarankan memonitor pergerakan indeks secara dekat dan menjaga jarak dari level resistance kritis yang bisa menjadi titik balik.
Level support yang perlu diperhatikan meliputi 7.020 dan 6.917, sementara resistance berada di 7.323 dan 7.440. Breakout di atas resistance 7.440 bisa menjadi sinyal konfirmasi lanjutan bullish, sedangkan retest ke bawah dekat support menjadi peluang bagi investor untuk menambah posisi secara bertahap.
Berikut sinyal saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk perdagangan Jumat 10 April 2026, dengan fokus Buy on Weakness dan Spec Buy pada beberapa emiten. Riset ini menyertakan level entry, target harga, serta stop loss untuk membantu pelaku pasar membuat keputusan.
BUMI Buy on Weakness: harga berada di Rp224–Rp236, dengan Target Price Rp266 dan Rp280. Stoploss disarankan di bawah Rp216. Rekomendasi ini didasarkan pada posisi BUMI yang sedang berada pada bagian wave C dari wave B, menunjukkan dinamika teknikal yang mendukung pembelian pada koreksi.
EXCL Buy on Weakness: harga berada di Rp2.980–Rp3.060, Target Rp3.270 dan Rp3.390, Stoploss di bawah Rp2.830. Eksisnya volume pembelian mendukung insight bahwa EXCL berada pada bagian wave C dari wave B, menambah peluang upside.
MINA Spec Buy: harga Rp260–Rp274, Target Rp310 dan Rp340, Stoploss di bawah Rp250. Pergerakan MINA menunjukkan fase wave [iii] dari wave C, sehingga action Spec Buy menjadi alternatif dengan potensi keuntungan yang layak.
RAJA Buy on Weakness: harga Rp3.960–Rp4.190, Target Rp4.760 dan Rp5.200, Stoploss di bawah Rp3.880. RAJA diperkirakan berada pada bagian wave [iii] dari wave C dari wave B, memperkuat peluang kenaikan saat koreksi terbatas.
Berikut ringkasan cepat dalam bentuk tabel untuk perbandingan sinyal dan parameter trading keempat saham pilihan.
| Saham | Sinyal | Entry | Target | Stop |
|---|---|---|---|---|
| BUMI | Buy on Weakness | 224–236 | 266, 280 | 216 |
| EXCL | Buy on Weakness | 2980–3060 | 3270, 3390 | 2830 |
| MINA | Spec Buy | 260–274 | 310, 340 | 250 |
| RAJA | Buy on Weakness | 3960–4190 | 4760, 5200 | 3880 |