IHSG Diproyeksikan Koreksi Pekan Depan dengan Rekomendasi Buy on Weakness pada Saham Unggulan

IHSG Diproyeksikan Koreksi Pekan Depan dengan Rekomendasi Buy on Weakness pada Saham Unggulan

Signal B/IPIBUY
Open152.000
TP200.000
SL129.000
trading sekarang

IHSG diproyeksikan melemah pada pembukaan pekan depan. Area koreksi yang diindikasikan berada di sekitar 6.074 hingga 6.146, memberikan gambaran jalur pergerakan yang perlu diwaspadai. Analisa teknikal saat ini juga mempertimbangkan dinamika pasar dan sentimen pelaku pasar yang cenderung hati-hati.

Level support IHSG berada di 6.111 dan 6.007, sementara resistance terdekat berada di 6.599 dan 6.705. Riset dari MNC Sekuritas pada Minggu (26/7/2026) menekankan pentingnya pemetaan area-area tersebut sebagai penopang arah perdagangan. Kondisi ini juga memperhatikan IHSG yang masih berada di bawah MA60, menambah tekanan pada pergerakan jangka pendek.

Secara mingguan, IHSG menguat tipis 0,34 persen meskipun masih di tengah tekanan jual yang dominan. Penutupan pekan ini tercatat turun 1,88 persen ke level 6.196. Meski demikian, ada nada optimisme yang mengiringi rekalibrasi teknikal yang bisa membuka peluang rebound pada minggu berikutnya.

BIPI terkoreksi 7,32 persen menjadi Rp152, menunjukkan tekanan jual yang cukup tinggi meski volume belakangan mengecil. Secara teknikal, BIPI dikatakan berada pada bagian dari wave B dari wave (A). Rekomendasi Buy on Weakness menyarankan entry di kisaran Rp134-Rp150, dengan target harga Rp175 dan Rp200, serta stoploss di bawah Rp129.

BKSL terkoreksi 4,17 persen menjadi Rp69, dengan munculnya volume penjualan yang cukup signifikan. Posisi BKSL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Buy on Weakness memberikan opsi entry di Rp63-Rp68, target Rp75 dan Rp82, serta stoploss di bawah Rp60.

DEWA turun 6,36 persen menjadi Rp442, disertai tekanan jual dan pergerakan yang kini berada di bawah MA200. Secara teknikal, DEWA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Buy on Weakness menyarankan entry di Rp392-Rp414, dengan target Rp510 dan Rp550, serta stoploss di bawah Rp330. RAJA terkoreksi 4,40 persen menjadi Rp870, dengan dominasi tekanan jual meski volume cenderung turun. Diperkirakan RAJA berada pada bagian wave (B) dari wave [B]. Buy on Weakness memberikan opsi entry di Rp750-Rp870, target Rp980 dan Rp1.090, serta stoploss di bawah Rp675.

Analisis ini mengusung pendekatan teknikal dengan fokus pada pola gelombang dan level harga kunci untuk saham-saham yang direkomendasikan. Sinyal utama dari artikel ini adalah beli pada momen weakness, dengan target harga yang berlapis dan tenggat waktu yang bersifat indikatif, bukan jaminan.

Sebagai contoh, untuk saham BIPI dengan sinyal Buy on Weakness, open sekitar Rp152, stoploss di Rp129, dan target hingga Rp200. Rasio risiko terhadap imbalan pada skenario ini berada di atas 1:1,5 jika target dimaksimalkan ke Rp200.

Perlu diingat bahwa dinamika IHSG dan kondisi pasar bisa berubah dengan cepat. Investor sebaiknya melakukan penyesuaian posisi dan memiliki manajemen risiko yang ketat. Konten ini disusun oleh Cetro (Cetro Trading Insight) untuk membantu pembaca memahami peluang pasar, bukan sebagai saran keuangan tunggal.

banner footer