
Menurut Cetro Trading Insight, harga minyak mentah global menguat dengan WTI berada di atas 91 dolar per barel dan Brent mengetes 95 dolar, mengembalikan kedua patokan harga minyak ke level yang terlihat pada awal Juni. Eskalasi geopolitik menjadi pendorong utama, dengan ancaman Iran dan respons tegas Washington menjaga aliran berita tetap berputar. Pasar cenderung menilai risiko secara repricing daripada reaksi berita sesaat, sehingga pergerakan harga cenderung tumbuh secara berkelanjutan.
Rangkaian peristiwa menunjukkan pergerakan satu arah yang didorong oleh eskalasi konflik, bukan sekadar reaksi terhadap kabar headline. Perbedaan antara harga futures dan harga spot semakin menegaskan bahwa pasar menilai risiko jangka panjang, bukan sekadar reaksi singkat. Premi risiko geopolitik menjadi bagian dari harga, bukan anomali sesaat.
Iran mengusung doktrin 'mata untuk mata' dan menyatakan kesiapan membalas jika infrastruktur negaranya diserang, sementara Houthi melancarkan serangan terhadap tanker di perairan Red Sea, memperluas titik tekanan pada jalur pasokan minyak global.
Secara teknikal, pergerakan WTI menunjukkan tren naik yang kuat, bergerak dari sekitar 86.50 ke atas 91.00 dalam sesi tersebut. Brent juga menguat menuju 95.00, menandakan koreksi yang berkelanjutan. Penurunan intraday berhasil diserap, menunjukkan dominasi pembeli dan dukungan pada tren harian.
Level teknikal utama mencakup resistance di sekitar 91.00 untuk WTI dan 95.00 untuk Brent, dengan target selanjutnya di kisaran 104.00 hingga 107.00 sebagai batas atas. Support pertama berada di sekitar 86.50, didukung oleh garis rata-rata pergerakan eksponensial 50-hari di sekitar 81.00. Kondisi ini menandakan struktur kenaikan yang kuat meski indikator stokastik berada di wilayah overbought.
Indikator stokastik berada pada zona tinggi pada kedua patokan, tetapi tren hari ini tetap menguat. Karena itu, fokus utama tetap pada tindakan harga dan level kunci, bukan hanya pada sinyal oscillator semata. Tren yang terbentuk menunjukkan peluang bagi pembeli di kisaran harga saat ini selama harga tidak menutup di bawah level kunci.
Secara fisik, kondisi pasokan global tetap rapuh. Volume ekspor Gulf negara-negara produsen turun, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz terbatas, dan embargo terhadap minyak Iran menambah tekanan pada aliran global. Cadangan minyak strategis (SPR) berada pada tingkat terendah sejak 1983, memberi dukungan pada momentum kenaikan harga bagi pihak yang menyakini kelangsungan pasokan.
Bagi trader, rekomendasi teknikal adalah membuka posisi long pada WTI dengan TP sekitar 100.00 USD dan SL di sekitar 85.00 USD, memastikan rasio risiko-imbalan di atas 1:1.5. Potensi target berikutnya berada di kisaran 104–107 USD jika tren tetap kuat. Namun, risiko geopolitik tetap tinggi sehingga manajemen risiko yang disiplin diperlukan.
Meski ada bias bullish, volatilitas geopolitik bisa mengubah arah pasar dengan cepat. Perubahan kebijakan, tindakan militer, atau sikap negara terkait bisa menggeser level kunci. Oleh karena itu, evaluasi posisi secara berkala dan alokasi eksposur yang hati-hati adalah kunci bagi pelaku pasar untuk menjaga keseimbangan portofolio.