IHSG Diproyeksikan Rebound Teknis Menuju 7.450 dengan Rekomendasi Saham AKRA, BMRI, CMRY, INKP | Cetro Trading Insight

IHSG Diproyeksikan Rebound Teknis Menuju 7.450 dengan Rekomendasi Saham AKRA, BMRI, CMRY, INKP | Cetro Trading Insight

Signal I/HSGBUY
Open6971
TP7450
SL6917
trading sekarang

IHSG berada dalam tekanan jual kemarin, menambah volatilitas di pasar modal Indonesia. Dalam laporan hari ini, Cetro Trading Insight (Cetro) meninjau dinamika indeks dan pola gelombang untuk memberi gambaran arah ke depan. Meski koreksi sempat berlanjut, pembaca diundang untuk memperhatikan angka-angka kunci yang memotret peluang pasar.

Best case IHSG telah menyelesaikan wave A pada label biru, membuka kesempatan bagi penguatan lebih lanjut menuju wilayah 7.323-7.450. Penilaian ini sejalan dengan analisa teknikal yang dipaparkan oleh tim riset MNC Sekuritas pada Rabu (8/4/2026). Artinya, sinyalnya adalah potensi rebound setelah kegagalan menembus area-area critical sebelumnya.

Level support berada pada 6.917 dan 6.846, sementara resistance berada pada 7.207 dan 7.302. Informasi ini disajikan sebagai referensi pergerakan harian bagi investor untuk memetakan entry dan manajemen risiko. IHSG ditutup kemarin turun 0,26% ke 6.971, menambah konteks pergerakan korektif yang sedang berlangsung.

AKRA berada dalam momentum Buy on Weakness, dengan aksi kenaikan 5,66% ke Rp1.400 dan lonjakan volume pembelian. Analisa teknikal menunjukan posisi AKRA sebagai bagian dari wave C dari wave (Y) dari wave [B], sehingga peluang rebound cukup terstruktur. Rekomendasinya adalah membeli pada tingkat Rp1.355-Rp1.390 dengan target Rp1.465 dan Rp1.510, serta stoploss di bawah Rp1.315.

BMRI tampil dalam kategori Spec Buy setelah koreksi sekitar 2,17% menjadi Rp4.510, didominasi tekanan jual. Secara teknikal, posisi BMRI diposisikan sebagai bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [ii], memberikan potensi lanjutan. Rekomendasinya: beli di kisaran Rp4.400-Rp4.470, dengan target Rp4.560 dan Rp4.610, stoploss di bawah Rp4.350.

CMRY juga berada dalam fase Buy on Weakness. Harga CMRY menguat 0,23% menjadi Rp4.390 dengan volume pembelian, meski belum breakout MA20. Secara pola, CMRY dianggap berada di awal wave (4) dari wave [C], sehingga peluang rebound masih terbuka. Buy on Weakness: Rp4.340-Rp4.390; Target Rp4.600 dan Rp4.870; Stoploss di bawah Rp4.310.

INKP pun menunjukkan kekuatan serupa, menguat 1,03% ke Rp9.775 dan mempertahankan posisi di atas MA20, menandai fase gelombang ii dari [c]. Buy on Weakness: Rp8.950-Rp9.500; Target Rp10.150 dan Rp10.900; Stoploss di bawah Rp8.850.

Rencana trading dan manajemen risiko

Rencana trading utama adalah masuk secara bertahap pada IHSG mengikuti sinyal teknikal, dengan fokus pada peluang rebound yang mendekati target 7.450. Pelaku pasar disarankan untuk menahan posisi jika harga bergerak menyentuh level closing kemarin di 6.971 dan memanfaatkan retracement di sekitar 6.917 sebagai konfirmasi awal.

Manajemen risiko ditetapkan dengan stoploss sekitar 6.917 dan take profit sekitar 7.450, menjaga rasio risiko/imbalan minimal sekitar 1:1.5. Disarankan untuk tidak menempatkan seluruh modal pada satu posisi dan membagi eksposur melalui beberapa level intraday. Perhatikan volatilitas pasar dan sesuaikan ukuran posisi sesuai profil risiko.

Peringatan penting: analisis ini bersifat teknikal dan tidak menjamin hasil. Pasar bisa berbalik karena faktor eksternal seperti kebijakan fiskal, suku bunga, atau pergerakan global. Penulis menekankan pemantauan berkala terhadap level-level kunci yang disebutkan untuk keputusan yang lebih terukur.

broker terbaik indonesia