Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ditutup menguat 99,87 poin atau 1,24 persen ke level 8.131,74 pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Gerak itu menunjukkan adanya respons positif investor terhadap potensi pemulihan ekonomi domestik dan peluang bagi emiten berkapitalisasi pasar menengah.
Bursa mencatat 578 saham menguat, 153 saham melemah, dan 227 saham stagnan, sementara nilai transaksi mencapai Rp20,2 triliun dari 43,2 miliar saham yang diperdagangkan. Lebih dari sekadar angka, lebar pasar yang luas mengindikasikan minat beli yang tersebar di banyak sektor.
Indeks-indeks acuan seperti LQ45 naik 1,04 persen ke 829, IDX30 naik 1 persen ke 430, JII melonjak 1,90 persen ke 556, dan MNC36 menguat 1,08 persen ke 337. Secara umum, para pelaku pasar melihat tren positif yang berlanjut meski volatilitas tetap menjadi pertimbangan teknis dalam keputusan perdagangan.
Seiring penguatan IHSG, berbagai sektor bergerak di zona hijau. Energi, bahan baku, properti, kesehatan, konsumsi non-siklikal, keuangan, transportasi, teknologi, konsumsi siklikal, infrastruktur, dan industri semuanya menunjukkan kinerja positif pada sesi hari ini.
Di antara emiten dengan kinerja paling menonjol, Vastland Indonesia Tbk (VAST) melonjak 34,65% menjadi Rp171; Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik 25% menjadi Rp650; dan Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 25% menjadi Rp310. Pergerakan ini memberi dorongan bagi sektor terkait dan mencerminkan minat pada emiten dengan progres operasional yang dinilai positif.
Sementara itu, top losers menunjukkan adanya profit taking atau rebalancing: Pinnacle Persada Investama (XPLQ) turun 14,76% ke Rp537; Mega Perintis Tbk (ZONE) turun 10,34% ke Rp530; dan Grand House Mulia Tbk (HOMI) turun 9,89% ke Rp328. Momen ini menandai dinamika aliran modal yang berbeda antarsaham meskipun tren overall pasar tetap positif.
Dari sisi analisis, gerak IHSG yang berada dalam zona hijau menyiratkan peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum perbaikan fundamental maupun teknikal jangka pendek. Momen ini dapat dimanfaatkan dengan selektif memilih saham yang menunjukkan basis fundamental kuat dan dukungan teknikal yang memadai.
Untuk trader, peluang lebih banyak muncul pada saham dengan momentum relatif kuat dan likuiditas stabil. Tetap perhatikan rasio risk-reward minimal 1:1,5 dalam setiap eksekusi, serta batasi eksposur pada saham yang volatil tanpa fundamental pendukung yang jelas.
Kami di Cetro Trading Insight merekomendasikan memantau pergerakan IHSG dan indeks sektoral secara berkala, dengan fokus pada likuiditas serta kinerja emiten unggulan sebagai potensi peluang pembalikan pada sesi berikutnya.