
Pasar saham nasional menunjukkan momentum positif dengan IHSG yang ditutup di level 7.174, naik 1,15 persen atau 81,85 poin. Lonjakan ini menandakan daya dorong pembelian yang cukup kuat di tengah likuiditas pasar yang membaik. Transaksi reguler sore itu tercatat sebesar Rp19,58 triliun, menandakan minat investor tetap tinggi meski volatilitas masih ada.
Secara umum investor memantau peluang di saham-saham unggulan dengan potensi return yang menarik. Kenaikan indeks didorong oleh pergerakan beberapa emiten yang berhasil menembus level teknikal kunci, mencerminkan minat pasar pada peluang jangka menengah.
Di tengah dinamika tersebut, fokus perhatian investor terarah pada pelaku pasar domestik yang siap melakukan posisi beli maupun hold untuk potensi kenaikan lebih lanjut. Kondisi ini memperlihatkan keseimbangan antara likuiditas dan volatilitas yang ada di pasar saat ini.
DPUM menjadi pemimpin dalam daftar top gainer dengan lonjakan sekitar 35 persen, menutup pada Rp162 per saham. Pergerakan asta harga ini menunjukkan minat beli yang kuat dari pelaku pasar terhadap emiten tersebut.
Di urutan kedua, ESIP melonjak sekitar 34,15 persen menjadi Rp220 per saham, diikuti oleh DEPO yang menguat sekitar 25 persen ke Rp320, lalu NATO yang juga menguat sekitar 25 persen dengan penutupan di Rp775 per saham.
Pada posisi kelima, ALKA mencoba melanjutkan tren bullish dengan kenaikan sekitar 24,79 persen ke Rp730 per unit. Deretan saham top gainer tetap menjadi fokus utama investor hari itu, meski beberapa emiten lain juga bergerak cukup volatil.
Dari sisi likuiditas, saham-saham dengan nilai transaksi tinggi didominasi oleh BBCA dengan Rp1,46 triliun, diikuti BRPT Rp1,40 triliun, BMRI Rp1,20 triliun, BBRI Rp1,02 triliun, dan PTRO dengan Rp865 miliar.
Kelima saham top value tersebut sebagian besar berakhir lebih tinggi, meski ada beberapa saham Prajogo Pangestu yang mencatat transaksi besar namun ditutup di zona merah. Pergerakan harga menunjukkan bahwa fokus investor beralih pada saham-saham dengan likuiditas tinggi dan momentum harga.
Secara ringkas, dinamika perdagangan hari itu mencerminkan preferensi pasar terhadap likuiditas dan peluang di saham unggulan, sambil menjaga kehati-hatian terhadap risiko di saham yang mengalami tekanan jual.