IHSG memanjang di tengah denyut laga global yang tak menentu. Menurut analisis Cetro Trading Insight, IHSG ditutup melemah ke level 7.544,97 poin, turun sekitar 1,27 persen. Pergerakan ini menandai gelombang volatilitas yang membayang-bayangi struktur pasar Indonesia.
Pada sesi I Kamis, aktivitas perdagangan berjalan lebih aktif dengan 322 juta lembar saham diperdagangkan dan frekuensi sekitar 1,9 juta transaksi. Nilai transaksi tercatat Rp11,2 triliun, menunjukkan likuiditas pasar yang masih tipis di tengah ketidakpastian. Tekanan eksternal, termasuk gejolak geopolitik dan pelemahan rupiah, memperkuat arus jual di banyak emiten berkapitalisasi besar.
Salah satu sorotan utama adalah pembebanan pada dua saham, BREN dan DSSA, setelah Bursa menyesuaikan kriteria masuk IDX80, LQ45, dan IDX30. BREN turun 8,5 persen menjadi Rp4.940, memperpanjang koreksi sekitar 25 persen dalam tiga hari terakhir. DSSA anjlok 4,4 persen menjadi Rp2.400, dengan total penurunan sekitar 27 persen secara akumulatif.
| Indeks | Nilai | Perubahan | Volume | Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| IHSG | 7.544,97 | -1,27% | 322 juta lot | Rp11,2 triliun |
Sektor-sektor IHSG bergerak dalam wilayah merah secara luas, kecuali Transportation yang memimpin rebound dengan kenaikan 2,77 persen. Lonjakan saham maskapai Garuda Indonesia (GIAA) sebesar 1,4 persen dan AirAsia Indonesia (CMPP) 6,2 persen menjadi katalis positif di sektor transportasi. Sementara itu sektor Industrial menjadi beban berat IHSG dengan penurunan 2,42 persen, terseret oleh turunnya ASII (-1,9%) dan IMPC (-3,8%).
Di antara saham-saham unggulan, beberapa emiten berhasil menguat meski indeks komposit turun. KOTA melonjak 15,4 persen ke Rp157, BTPN melesat 13,1 persen ke Rp2.410, dan ENRG menguat 8,4 persen ke Rp2.050. Pergerakan ini menunjukkan adanya peluang pada saham-saham yang mendapat dukungan fundamental maupun dinamika pasar sektoral.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada di jalur tekanan ke bawah dengan indikator teknikal yang menunjukkan potensi reaksi lanjutan. MACD histogram mulai menyempit dan stochastic RSI turun dari wilayah jenuh beli, memberi sinyal bahwa tren turun bisa berlanjut. Bagi investor indeks, sinyal trading kali ini adalah jual pada IHSG dengan open 7.544,97 poin, target profit 7.244,97 poin, dan stop loss 7.744,97 poin. Pair perdagangan yang dianalisis adalah JKSE.