Indeks Dolar AS diperdagangkan kuat di sekitar 99,25, dekat level tertinggi bulan ini. Para investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75% saat keputusan akhir bulan. Tekanan inflasi yang masih lebih tinggi dari target 2% menambah narasi kebijakan ketat.
DXY menguat luas terhadap enam mata uang utama, menambah tekanan bagi aset berisiko. Alat FedWatch CME menunjukkan bahwa pasar meyakini suku bunga tidak akan diubah pada pertemuan Januari. Sinyal ini konsisten dengan analisis bahwa efek pemangkasan suku bunga sebelumnya belum terlihat dalam data ekonomi.
Presiden Bank Fed Atlanta, Raphael Bostic, menegaskan bahwa kebijakan moneter perlu tetap ketat karena inflasi masih jauh dari target. Di sisi lain, data inflasi yang kuat menambah tekanan kenaikan suku bunga di masa depan, meskipun pasar sepakat bahwa keputusan berikutnya perlu kehati-hatian. Berbagai pertimbangan fundamental dan teknis akan membentuk pergerakan DXY di sesi mendatang.
Saat ini Indeks Dolar Spot diperdagangkan sekitar 99,16. Harga berhasil bertahan di atas EMA 20-hari di 98,73, dan EMA cenderung miring ke atas, memberikan dukungan bagi tren jangka pendek. RSI 14-hari berada di 59,87, menunjukkan momentum yang membaik.
Garis tren naik dari 96,21 memberikan arah kenaikan dengan support sekitar 98,11, menjaga pullback dangkal. Di sisi atas, level resistance penting berada di sekitar 100,27, berfungsi sebagai rintangan utama jika DXY menguat lebih lanjut. Kondisi ini menandakan peluang pembalikan ke arah bullish jika harga menembus zona tersebut.
Kondisi teknikal menunjukkan potensi pergerakan lanjut jika harga menembus 100,27. Namun, penutupan di bawah 98,11 bisa mengubah pandangan menjadi bearish. Trader perlu waspada terhadap volatilitas saat rilis inflasi dan kebijakan The Fed mendekat.
Dengan asumsi The Fed menjaga kebijakan, dolar bisa tetap didorong oleh ekspektasi kebijakan yang lebih ketat. Kondisi ini bisa menahan pergerakan aset berisiko dan menarik aliran modal ke dolar sebagai aset lindung nilai. Proyeksi ini bergantung pada data inflasi dan indikator pekerjaan mendatang.
Jika DXY berhasil menembus resistance 100,27 secara jelas, potensi penguatan lebih lanjut bisa terjadi menuju level lebih tinggi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan level 98,11, kemungkinan koreksi meningkat. Trader disarankan menjaga rencana trading yang disiplin dan siap menghadapi volatilitas.
Secara keseluruhan, prospek DXY tetap dipengaruhi oleh kebijakan The Fed dan data ekonomi. Momentum teknis yang positif bisa bertahan, tetapi faktor eksternal seperti kebijakan negara lain tetap dapat memicu volatilitas. Pelaku pasar perlu menimbang risiko, mengelola eksposur, dan menyiapkan skenario variasi arah harga.