Artikel oleh Cetro Trading Insight
Indikator upah yang dinegosiasikan di zona euro dirilis oleh European Central Bank sebagai ukuran perubahan upah yang dinegosiasikan di kalangan pekerja. Indikator ini merangkum data upah bulanan yang dinegosiasikan dari negara anggota yang menjadi sampel, dan euro area agregat dibentuk dari sembilan negara utama. Metode pengukuran menggabungkan seri waktu bulanan dan kuartalan serta didasarkan pada data negara yang belum sepenuhnya harmonised.
Pada kuartal keempat 2025, angka upah negosiasikan meningkat menjadi 2.95% secara tahunan, naik dari 1.89% yang direvisi pada kuartal sebelumnya. Perubahan ini menandai pergeseran ke arah tekanan biaya tenaga kerja yang lebih besar dalam panorama tenaga kerja zona euro. Data ini memperkaya gambaran mengenai dinamika inflasi yang perlu dipantau ECB.
ECB menegaskan bahwa indikator ini mencakup subset negara dan bukan gambaran tunggal untuk seluruh zona euro. Laju kenaikan upah ini disandingkan dengan faktor-faktor lain seperti inflasi inti dan produktivitas untuk menilai risiko harga yang lebih tinggi. Karena metodologi data negara berbeda, pembaca disarankan melihat indikator ini sebagai bagian dari konteks kebijakan moneter secara menyeluruh.
Kenaikan upah yang lebih kuat menambah tekanan pada biaya tenaga kerja dan sektor jasa, faktor yang dipertimbangkan ECB saat menilai risiko inflasi. Data Q4-2025 menunjukkan tren kenaikan, meskipun konteks lain seperti reformasi struktural dan dinamika pasar kerja juga berperan. Hasilnya, para analis menilai dampak terhadap jalur kebijakan yang mungkin diambil bank sentral.
Pelaku pasar memantau bagaimana data upah berinteraksi dengan tujuan inflasi yang mendekati dua persen serta jalur suku bunga ECB. Kejutan pada angka upah bisa mempengaruhi ekspektasi pasar mengenai langkah kebijakan di masa depan. Namun, interpretasi bergantung pada konteks data lain yang dirilis bersamaan.
Kebijakan ECB cenderung dipengaruhi oleh kombinasi indikator seperti upah, inflasi inti, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi keuangan. Reaksi pasar terhadap rilis data upah bisa terlihat sebagai gerakan sementara yang dipicu oleh perbandingan angka aktual dengan ekspektasi. Oleh karena itu, investor perlu menyerap konteks kebijakan secara menyeluruh sebelum membuat keputusan trading.
Bagi trader forex, data upah negosiasikan zona euro menjadi indikator penting untuk menilai arah kebijakan moneter. Meskipun bukan data harga, ia memberi sinyal seberapa kuat tekanan biaya pada perekonomian. Nilai ini bisa mempengaruhi ekspektasi terhadap langkah ECB.
Untuk pasangan EURUSD, dinamika upah bisa menggerakkan kurs jika angka menunjukkan perbedaan signifikan dengan prediksi atau dengan pertumbuhan inflasi yang diharapkan. Trader perlu menggabungkan data upah dengan indikator inflasi dan bias kebijakan untuk menjaga posisi tetap terkalibrasi.
Langkah praktis meliputi penggunaan stop loss dan target profit dengan rasio minimal 1:1.5, manajemen risiko yang konsisten, dan hindari over-leverage saat rilis data mendadak. Selain itu, gabungkan analisis fundamental dengan teknikal untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan trading.