Penawaran melalui Hormuz tetap menjadi pintu utama bagi aliran minyak global, dan kesepakatan Iran membuka jalur ini selama dua minggu bisa menambah pasokan di pasar. Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan AS yang menunda serangan terhadap infrastruktur Iran, menandai awal negosiasi baru. Kondisi ini menggambarkan perubahan dinamika risiko yang sebelumnya mengangkat harga minyak secara tajam.
WTI turun lebih dari 11% ke bawah 90 dolar per barel, karena sinyal bahwa pasokan bisa kembali mengalir lebih lancar. Pelemahan harga juga mencerminkan ekspektasi inflasi global yang lebih rendah jika harga energi turun. Namun pasar tetap waspada terhadap perkembangan di wilayah tersebut, mengingat hak transit Hormuz dan potensi eskalasi.
Sejak awal konflik di kawasan, harga minyak telah melonjak lebih dari separuh sejak perang dimulai pada akhir Februari. Pergerakan harga dipicu sentimen risiko yang melambai antara perlindungan produksi dan gangguan rantai pasokan. Para analis menilai bahwa kelanjutan negosiasi bisa menjaga volatilitas, namun arah jangka pendek tetap bergantung pada kemajuan pembicaraan.
Penurunan sementara harga minyak berpotensi menekan tekanan inflasi di banyak negara, mengurangi beban biaya energi bagi konsumen dan produsen. Secara bersamaan, ekspektasi suku bunga di kebanyakan bank sentral bisa menyesuaikan kembali jika pelemahan harga minyak berlanjut. Pasar obligasi dan mata uang juga merespons, meskipun dampaknya bervariasi menurut kebijakan masing-masing negara.
Label Iran terkait transit minyak menguatkan fakta bahwa jalur Hormuz akan tetap menjadi fokus utama geopolitik regional. Permintaan Iran untuk mencabut sanksi dan pembatasan transisi menunjukkan bahwa negosiasi bisa menentukan arah akses energi jangka panjang. Sisi pasar mempertimbangkan risiko geopolitik yang tetap hidup meskipun adanya upaya deeskalasi.
Dalam beberapa hari mendatang, pertemuan negosiasi yang direncanakan di Islamabad mulai 10 April akan menjadi penentu arah harga minyak. Pelaku pasar akan memantau kemajuan proposal 10 poin dan bagaimana kedua belah pihak mengeksekusi keinginan mereka. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.