WTI Anjlok Lebih Dari 10% Pasca Kesepakatan AS-Iran; EIA Lapor Lonjakan Stok Minyak AS

trading sekarang

Harga WTI merosot lebih dari 10% pada hari Rabu sejalan dengan kemunculan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar minyak merespons turunnya premi risiko geopolitik yang selama ini membentuk harga. Pada saat penulisan, WTI berada di sekitar 89.50 dolar per barel dengan level terendah intraday sekitar 86.00 dolar.

Namun, sifat rapuh gencatan senjata dan ketegangan regional yang berlanjut membatasi potensi penurunan lebih lanjut. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika politik di kawasan ini masih sangat fluktuatif dan berisiko jika ada pelanggaran di masa mendatang yang dapat memicu perubahan pasokan. Berbagai laporan menunjukkan adanya risiko serangan balik dan pernyataan dari berbagai pihak yang bisa mengubah nuansa harga.

Para pelaku pasar tetap mencermati kemungkinan pembukaan kembali jalur perdagangan utama, termasuk Selat Hormuz. Jika negosiasi berlanjut dan agresi mereda, ada peluang untuk stabilisasi harga dalam jangka pendek meski sentimen risiko tetap tinggi. Secara teknikal, volatilitas masih tinggi, namun area support terlihat relevan dalam beberapa sesi terakhir.

Data EIA menunjukkan stok minyak mentah AS naik sekitar 3.081 juta barel pada minggu terakhir, melebihi ekspektasi pasar sekitar 0.7 juta barel. Angka ini memberi tekanan pada harga meskipun kedudukan geopolitik membaik. Perbandingan dengan perubahan minggu sebelumnya juga menunjukkan dinamika pasokan yang meningkat.

Walau stok meningkat, faktor-faktor fundamental lain seperti potensi normalisasi aliran minyak global dan perubahan permintaan tetap membentuk gambaran pasar yang kompleks. Pasar menilai bahwa pembukaan kembali Hormuz bisa mengurangi premi risiko, tetapi risiko serangan lanjutan tetap menjadi faktor risiko bagi rantai pasokan minyak.

Dalam konteks perdagangan, kehati-hatian sangat diperlukan karena dinamika regional masih rapuh. Jika harga bertahan di level saat ini, ada peluang untuk rebound teknikal, namun jika sentimen memburuk, tekanan turun bisa berlanjut. Investor dianjurkan memantau negosiasi AS-Iran dan perkembangan serangan regional sebagai sinyal arah mendatang.

KeteranganAngka
Rilis EIA (mingguan)+3.081 juta barel
Perkiraan pasar0.7 juta barel
Perubahan minggu sebelumnya+5.451 juta barel
broker terbaik indonesia