Inflasi AS Mei Diperkirakan Meningkat, EURUSD Tertekan oleh Jalur Energi dan Geopolitik

Inflasi AS Mei Diperkirakan Meningkat, EURUSD Tertekan oleh Jalur Energi dan Geopolitik

Signal EUR/USDSELL
Open1.160
TP1.148
SL1.168
trading sekarang

Rilis CPI Mei AS diperkirakan menunjukkan kenaikan YoY sebesar 4.2%, didorong oleh harga energi yang tetap tinggi. Laju inflasi inti, yang mengecualikan makanan dan energi, diproyeksikan naik menjadi sekitar 2.9% secara tahunan. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dijadwalkan merilis data CPI Mei pada hari Rabu, dan pasar menantikan arah mana data akan menggeser ekspektasi kebijakan moneter.

Masa ini, belanja konsumen masih terdorong oleh tekanan harga yang lebih tinggi. Secara bulanan, CPI diproyeksikan naik 0.5% setelah pertumbuhan 0.6% pada April. Sementara itu, core CPI diharapkan naik 0.3% secara bulanan, dan 2.9% secara tahunan.

Pelaku pasar menimbang bagaimana data inflasi ini bisa mempengaruhi pasangan EURUSD. Jika keluaran CPI inti menembus ke atas ekspektasi, kemungkinan besar dolar AS akan menguat dan memberikan tekanan pada EURUSD. Namun, jika angka inti lebih lemah dari perkiraan, sentimen bisa tetap melemah untuk dolar, tergantung pada bagaimana minyak dan risiko geopolitik berjalan.

Harga minyak mentah telah naik lebih dari 50% sejak dimulainya konflik di Timur Tengah pada Februari. Pasar tetap rentan terhadap eskalasi baru karena belum ada kemajuan yang jelas dalam negosiasi antara pihak terkait. Selain itu, serangan balasan terkait konflik Israel-Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan di jalur energi utama.

Tekanan harga energi terus menjaga inflasi melalui biaya transportasi dan produksi. Meski ada jeda koreksi harga minyak pada beberapa minggu terakhir, kelanjutan eskalasi geopolitik berpotensi menahan minyak kembali ke level lebih rendah. Pasar meneruskan fokus pada mekanisme transfer harga dan dampaknya terhadap persepsi risiko global.

TD Securities menekankan bahwa meskipun core CPI inti diperkirakan mengalami jeda, tekanan dari harga energi tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi inflasi secara luas. Ketidakpastian geopolitik dan durasi konflik akan membatasi pemulihan harga minyak ke tingkat pra-perang. Dalam konteks ini, pasar FX tetap mengaitkan perjalanan EURUSD pada arah kebijakan moneter AS dan perubahan risiko energi.

Di sisi kebijakan, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin setidaknya satu kali pada akhir tahun mencapai sekitar 70% menurut CME FedWatch. Ada pula probabilitas sekitar 38% untuk keputusan kenaikan pada bulan September. Data CPI yang lebih panas bisa memperkuat ekspektasi tersebut dan mendukung pergerakan dolar AS yang lebih kuat.

Secara teknikal, EURUSD mencoba rebound dari sekitar 1.1500, namun upaya ini belum mampu menghapus nuansa bearish yang dominan. Grafik mingguan menunjukkan harga berada di bawah 20-week SMA di sekitar 1.1670, menandakan kekuatan jual jangka menengah tetap ada. Hambatan terdekat berada di sekitar 1.1600, dengan 1.1670 sebagai rintangan dinamis yang menguji kelanjutan kenaikan.

Berbasis analisa perdagangan, posisi jual EURUSD dipilih karena kombinasi tekanan inflasi dan kenaikan energi. Target teknikal berada di 1.1480–1.1400 jika pasar lanjut menekan, dengan stop loss di atas 1.1680 untuk menjaga risiko pada rasio minimal 1:1.5. Jika data CPI inti tidak memenuhi ekspektasi, dolar bisa kehilangan sebagian daya tariknya dalam jangka pendek, tetapi prospek kebijakan Fed tetap hawkish dalam pandangan pasar.

banner footer