ING: CPI Cina Terkendalikan di 2026 dan Ruang Pelonggaran Kebijakan PBOC

ING: CPI Cina Terkendalikan di 2026 dan Ruang Pelonggaran Kebijakan PBOC

trading sekarang

Menurut analisis terbaru dari ING yang dibahas oleh Cetro Trading Insight, kebijakan moneter Cina diperkirakan tetap responsif terhadap kondisi makro tanpa tergantung pada angka inflasi CPI saja. CPI diperkirakan akan tetap di bawah target 2% YoY, namun penurunan itu tidak dipandang sebagai penghalang bagi pelonggaran kebijakan. Keputusan kebijakan akan lebih dipandu oleh gambaran ekonomi luas serta respons terhadap risiko bagi sektor perbankan dan pasar keuangan.

Ruang bagi pelonggaran tercermin dalam pandangan ING bahwa 2026 masih menyisakan kapasitas kebijakan untuk memperlonggar jika pertumbuhan melunak lebih lanjut. Mereka menilai kemungkinan potongan suku bunga sebesar 10 basis poin dan potongan rasio cadangan reserve requirement ratio RRR sebesar 50 basis poin pada semester pertama 2026. Keputusan semacam itu dianggap memungkinkan tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan.

Seiring dengan Two Sessions di Maret, target inflasi kemungkinan berada di sekitar 2% YoY dan sama seperti target 2025. ING menekankan bahwa target tersebut lebih berfungsi sebagai kerangka kebijakan daripada angka yang mengarahkan mutlak keputusan moneter. Dengan demikian, kebijakan PBOC dipandang menyesuaikan diri dengan dinamika pertumbuhan dan stabilitas finansial.

Sejarah CPI Cina menunjukkan bahwa inflasi telah berada di bawah target 2% selama beberapa tahun terakhir. Kebijakan moneter lebih fokus pada pembatasan sisi atas inflasi agar tidak melambung daripada menekan laju inflasi yang terlalu rendah. Kondisi ini membuat langkah pelonggaran menjadi opsi realistis ketika indikator ekonomi menunjukkan perlambatan.

Faktor penentu seperti dinamika output, permintaan domestik, dan stabilitas keuangan juga mempengaruhi arah kebijakan. ING menilai bahwa pelonggaran lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menjaga momentum pemulihan tanpa membiarkan inflasi turun terlalu jauh. Risiko terhadap stabilitas sektor keuangan menjadi bagian dari evaluasi kebijakan secara menyeluruh.

Beberapa indikator domestik yang lemah dalam beberapa bulan belakangan menambah kasus untuk langkah langkah pelonggaran. Langkah tersebut dapat meningkatkan likuiditas, menurunkan biaya pembiayaan, dan membantu mendorong aktivitas ekonomi sambil menjaga risiko keuangan tetap terkendali.

ING memetakan skema pelonggaran yang meliputi potongan suku bunga sebesar 10 bps dan pengurangan rasio cadangan 50 bps pada paruh pertama 2026. Langkah langkah ini dirancang untuk memperkaya likuiditas perbankan dan mendorong pemulihan tanpa mengubah arah kebijakan secara tajam. Pendorong utama adalah menjaga stabilitas harga sambil mendukung pertumbuhan yang sedang berlangsung.

Pelonggaran yang diharapkan tidak hanya membantu pembiayaan perusahaan dan rumah tangga, tetapi juga menimbang dampaknya pada sistem perbankan dan pasar keuangan secara luas. Keputusan ini akan bergantung pada bagaimana peta makro tumbuh dan bagaimana bank menilai risiko serta peluang dari langkah langkah tersebut. ING menekankan bahwa kebijakan akan tetap di bawah konteks kehati-hatian dan evaluasi berkelanjutan.

Rilis kebijakan ini juga bisa mempengaruhi pasar keuangan global melalui arus modal dan volatilitas CNH. Investor akan menilai sejauh mana PBOC bersedia melonggarkan tanpa mengorbankan stabilitas finansial, sehingga perubahan kebijakan Cina dapat memiliki implikasi pada pergerakan USD CNH dan aset berisiko lainnya.

broker terbaik indonesia