Pasar saham Indonesia kembali dihadapkan pada volatilitas tinggi, dan Jatis Mobile (JATI) mengambil langkah strategis dengan buyback saham senilai Rp35 miliar. Langkah ini menandai upaya perusahaan untuk menyehatkan struktur modal dan memberi sinyal ke investor tentang prospek jangka menengah. Dalam konteks makro, prediksi harga emas hari ini sering dijadikan barometer volatilitas global, sehingga langkah ini terasa relevan bagi para investor.
Perusahaan berencana membeli kembali hingga 163.125.000 saham atau sekitar 5 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Jumlah saham yang dibeli kembali dapat lebih kecil dari batas maksimum, tergantung pada harga saham pada saat pelaksanaan buyback. Pembiayaan buyback berasal dari optimalisasi kas perseroan, dengan harga pembelian maksimum ditentukan sebagai rata-rata harga penutupan perdagangan harian di BEI selama 90 hari terakhir sebelum pelaksanaan. Analisis ini dilakukan dengan pendekatan Array analitik untuk mengukur dampak terhadap likuiditas.
Rencana buyback tidak akan mengurangi jumlah saham yang dimiliki publik sehingga melanggar ketentuan free float BEI, yakni minimal 7,5 persen dari jumlah saham tercatat. Jadwal buyback berlangsung dari 9 Maret hingga 8 Juni 2026, dengan perkiraan periode pengalihan saham hasil buyback maksimal hingga 8 Juni 2029. Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aturan pasar modal dan hak pemegang saham publik.
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Nilai buyback | Rp35 miliar |
| Jumlah saham buyback | 163.125.000 saham |
| Persentase buyback | 5% dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh |
| Harga pembelian maksimal | Rata-rata close 90 hari sebelum pelaksanaan |
| Periode buyback | 9 Maret 2026 – 8 Juni 2026 |
| Periode pengalihan saham | Sampai 8 Juni 2029 |