
Data JOLTS untuk Mei diperkirakan turun menjadi 7,28 juta, meskipun masih berada di atas rata-rata 2025. Angka-angka ini penting karena JOLTS mengukur ketersediaan pekerjaan, perekrutan, dan perputaran tenaga kerja secara nasional. Pasar tetap memperhatikan laporan ini karena biasanya menjadi pendahulu Nonfarm Payrolls serta berfungsi sebagai indikator utama dinamika tenaga kerja AS.
Dalam konteks tingkat inflasi yang masih tinggi, pasar memperkirakan Komite Pasar Terbuka Federal (Fed) akan mempertahankan sikap hati-hati terhadap kebijakan moneter. Kubu pejabat bank sentral menegaskan komitmen untuk menahan inflasi meskipun harga minyak telah berfluktuasi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, menyoroti peluang untuk setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun ini sesuai pandangan sebagian investor.
Pelaku pasar menunggu serangkaian data pekerjaan lain, termasuk Nonfarm Payrolls, untuk menilai taksiran waktu perubahan kebijakan. Ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi yang masih ada dapat meningkatkan volatilitas dolar AS. Dalam skenario ini, JOLTS menjadi sinyal penting untuk menimbang ritme dan ukuran langkah kebijakan berikutnya.
EURUSD berada dalam tekanan dan mendekati level support utama di 1,1325, setelah mengalami penurunan berulang. Kondisi ini dipicu perbandingan performa ekonomi AS yang lebih kuat dibanding zona euro serta risiko geopolitik yang membatasi permintaan risiko. Secara teknikal, pasar memperhatikan area resisten di sekitar 1,1500 hingga 1,1640 sebagai hambatan utama bagi upaya pemulihan.
Guillermo Alcala dari FXStreet menilai bias ke sisi downside untuk EURUSD, dengan peluang jual muncul saat harga mencoba rebound ke zona resistensi. Bagi pelaku teknikal, pergerakan di sekitar 1,1500–1,1640 menjadi kunci untuk melihat kelanjutan tren. Untuk membalik struktur turun, pelebaran di atas 1,1640 diperlukan, memberi konfirmasi perubahan sentimen.
Secara teknikal, 1,1325 tetap menjadi acuan support penting. Peluang penurunan lebih lanjut bisa menguji level sekitar 1,1210 jika tekanan geopolitik dan perbedaan kebijakan tetap menjadi faktor dominan. Skenario ini tidak menutup kemungkinan perbaikan sementara, tetapi prospeknya masih tertimbang oleh faktor fundamental yang berat.
Data CME FedWatch menunjukkan sekitar 30% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC bulan depan, dan lebih dari 60% peluang pengetatan pada September, meningkat dari bulan sebelumnya. Kondisi tersebut memperkuat volatilitas dolar AS dan menguatkan bias pasar terhadap EURUSD, di tengah dinamika risiko geopolitik yang sedang berlangsung.
Data pekerjaan AS seperti JOLTS dan Nonfarm Payrolls akan dianalisis untuk menyelaraskan pandangan pasar. Kendati ada tanda-tanda ekonominya resilien, dinamika tenaga kerja tetap menjadi kunci bagi jalur kebijakan. Pasar berasumsi bahwa kekuatan pasar tenaga kerja dapat membentuk rute kebijakan mendatang.
Bagi trader, fokusnya adalah menjaga keseimbangan risiko dan menghormati level kunci yang telah disebutkan. Mengingat preferensi risk-reward minimal 1:1,5, pendekatan jual EURUSD di area resistensi tampak menarik asalkan manajemen risiko dipenuhi. Penempatan stop loss di atas resistensi utama dapat melindungi modal saat pasar bergerak berlawanan.