Presiden Fed Bank of Cleveland, Beth Hammack, menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang baik untuk melihat bagaimana dinamika ekonomi berkembang. Ia menekankan bahwa langkah-langkah yang ada bisa dipertahankan atau disesuaikan jika diperlukan. Klaim ini mencerminkan pendekatan kehati-hatian bank sentral terhadap data terbaru.
Menurutnya, target suku bunga saat ini berada di lingkungan netral dan kebijakan bisa menahan diri dalam jangka waktu yang cukup lama. Langkah tersebut mencerminkan komitmen untuk menilai data inflasi, pasar tenaga kerja, serta kondisi keuangan dan fiskal sebelum melakukan perubahan signifikan.
Penjelasan Hammack juga menyoroti bahwa kedua mandat Fed berada di bawah tekanan, meskipun adanya sinyal pertumbuhan yang didorong oleh kebijakan, keadaan keuangan, dan dukungan fiskal. Meskipun optimisme mengemuka, ia menegaskan inflasi tetap tinggi dan tarif perdagangan masih menjadi bagian dari perhitungan kebijakan.
Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi didorong oleh kebijakan moneter, kondisi keuangan, serta dukungan fiskal. Namun inflasi masih menunjukkan gambaran yang lebih menantang meski ada tanda-tanda pelonggaran bertahap. Risiko tarif dan dinamika harga jasa masih relevan bagi jalannya laju ekonomi.
Pasar tenaga kerja menunjukkan keseimbangan antara perekrutan dan pemutusan kerja, mengarah pada lanskap yang relatif tenang. Ada kekhawatiran bahwa inflasi bisa bertahan di sekitar 3% sepanjang tahun ini jika tekanan harga tidak mereda secara berarti.
Para pejabat Fed tetap 'cautiously optimistic' tentang prospek ekonomi, meskipun inflasi diperkirakan akan melandai seiring berjalannya waktu. Namun prediksi tersebut bersifat forecast dan perlu diuji lewat data aktual karena ketidakpastian tetap ada.
Kebijakan Fed yang cenderung menahan menata arah pasar global, mempengaruhi aset berisiko dan mata uang utama. Pelaku pasar perlu menilai risiko secara cermat karena respons kebijakan terhadap data ekonomi bisa berubah seiring waktu.
Nilai biaya pinjaman dan arus modal bisa berubah sejalan dengan perubahan kebijakan, sehingga investor di berbagai kelas aset ingin menunggu sinyal lebih lanjut sebelum menambah eksposur. Dinamika tarif dan perdagangan global juga menambah lapisan ketidakpastian bagi investor.
Secara keseluruhan, pandangan jangka menengah terlihat lebih baik, meski faktor eksternal tetap menentukan arah. Pelaku pasar akan terus membangun opini berdasarkan rilisan data ekonomi dan komentar kebijakan yang baru.