Ketegangan di Selat Hormuz Menguji Pasar Minyak Dunia

trading sekarang

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, tanggung jawab Selat Hormuz berada sepenuhnya di tangan Teheran. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya melewati jalur yang diutamakan di perairan itu akan memicu ketegangan dan eskalasi. Laporan ini mengutip Aljazeera.

Pada Minggu lalu, Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan dan dijadwalkan bertemu di Doha untuk membahas sengketa itu. Perkembangan ini menunjukkan upaya menenangkan ketegangan meski kedua pihak belum mencapai kesepakatan definitif. Axios melaporkan langkah ini sebagai bagian dari upaya de-eskalasi regional.

Pejabat AS menyatakan bahwa Washington dan Teheran akan menahan diri untuk saat ini setelah terjadi beberapa tembakan di sekitar jalur penting itu. Situasi ini menambah nuansa ketidakpastian di pasar energi dan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan. Peretasan sanksi atau langkah militer lain bisa memicu eskalasi lebih lanjut.

Sejalan dengan laporan pasar, harga minyak WTI turun sekitar 0,48 persen ke level sekitar 69,80 dolar per barel. Pelaku pasar merespons ketidakpastian geopolitik dengan sikap waspada terhadap pasokan minyak mentah di wilayah penting tersebut. Para analis menilai bahwa eskalasi bisa memperburuk volatilitas harga jika konflik meluas.

Ketegangan di wilayah itu berpotensi mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi dunia. Kondisi ini dapat meningkatkan premi risiko bagi para produsen dan peminum minyak. Namun, belum ada sinyal produksi utama yang terganggu secara definitif pada saat ini.

Di tepi sengketa, Hezbollah menuduh militer Israel melanggar gencatan senjata dengan sejumlah serangan di wilayah selatan Lebanon. Pernyataan itu memperkuat ketidakpastian regional dan menambah beban pada sentimen pasar. Sementara itu, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menyatakan bahwa kerangka trilateral antara Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat tidak akan secara otomatis diterapkan karena tidak menjamin hak Lebanon.

banner footer