
Analisis dari para analis menyoroti bahwa komentar dovish dari pejabat utama ECB telah menahan pergerakan forward untuk jangka pendek. Pasar forward tetap mempertahankan ekspektasi akan lebih dari dua kenaikan untuk 2026 meskipun perubahan kecil terlihat dalam harga pasar. Ketidakpastian mengenai jalur kebijakan membuat investor berhati-hati menghadapi pergeseran selanjutnya.
Harga energi dan asumsi skenario ECB membuat argumen kenaikan berlebihan menjadi tidak jelas. Forward Euribor cenderung menunjukkan sedikit perubahan menjelang rapat Juni, meskipun dinamika energi memegang peranan penting. Pasar juga menilai adanya ruang untuk memperlambat pengetatan jika data tidak mendukung skenario lebih agresif.
Rapat kebijakan Juni yang tinggal tujuh minggu lagi menambah ketidakpastian. Bila harga minyak tidak kembali bertahan di atas level 100 dolar AS per barel secara berkelanjutan, banyak analis memperkirakan bahwa kenaikan ECB bisa lebih rendah daripada proyeksi pasar. Dalam konteks ini, volatilitas pasar bisa meningkat jika ada kejutan dalam komentar atau data ekonomi.
Sejak pernyataan ECB, kurva imbal hasil menunjukkan perubahan karakter; steepening yang sebelumnya bullish telah bergeser menjadi bearish seiring pemulihan harga minyak. Forward menilai kenaikan sekitar 4 basis poin pada akhir bulan, sekitar 22 basis poin untuk Juni, dan sekitar 52 basis poin untuk Desember. Meski pasar mengalihkan ekspektasi ke lebih dari dua kenaikan untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, potensi penyesuaian masih terbuka.
Lagarde menyatakan bahwa kita berada di antara skenario baseline dan adverse, dan bahkan dalam skenario adverse pun tidak ada keharusan untuk menaikkan suku bunga. Koreksi resmi transkrip menjelaskan bahwa skenario tidak memasukkan langkah kebijakan moneter baru. Energi futures juga diperdagangkan lebih rendah dibanding asumsi dalam skenario adverse.
Dengan dinamika ini, pasar masih bisa menimbang ulang ekspektasi kenaikan seiring risiko harga energi dan kinerja ekonomi yang berubah-ubah.
Bagi investor, fokus utama adalah bagaimana kebijakan ECB memengaruhi laju pengetatan. Harga minyak dan dinamika energi menjadi driver utama yang bisa mempercepat atau menunda langkah pengetatan. Oleh karena itu, perhatian terhadap data energi, volatilitas pasar energi, dan pergerakan EUR perlu ditingkatkan.