Kondisi Tenaga Kerja Swedia Menguat: Implikasi bagi Kebijakan Riksbank

trading sekarang

Tim riset Danske menyoroti kejutan besar pada pengangguran Swedia; angka pengangguran yang telah disesuaikan secara musiman turun menjadi 8.0% dari konsensus 8.8%. Selain itu, tingkat pekerjaan tetap berada pada level tinggi, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja. Data Desember dan Januari juga menunjukkan potensi revisi yang signifikan terhadap kedua metrik tersebut.

Pembacaan untuk Desember dan Januari menandakan revisi ke arah yang lebih baik pada laju pengangguran maupun tingkat pekerjaan. Sinyal perbaikan ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja kuat meskipun tekanan inflasi lebih rendah. Konsekuensi kebijakan menjadi lebih kompleks karena alasan ini.

Ketahanan tenaga kerja diyakini menyeimbangkan sebagian tekanan pada Riksbank akibat inflasi yang lemah. Akibatnya peluang pemangkasan suku bunga di paruh pertama tahun ini terlihat menurun, karena bank sentral lebih cenderung mempertahankan sikap kehati-hatian. Analisis menyiratkan bahwa fokus kebijakan bisa bergeser ke stabilitas harga daripada pelonggaran cepat.

Pada Februari, ekspektasi inflasi Swedia untuk horizon satu tahun turun menjadi 1.4% dari 1.5% pada Januari. Penurunan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap data tenaga kerja dan dinamika inflasi. Perubahan ini menambah tekanan pada kebijakan moneter.

Penurunan ekspektasi ini menambah argumen bahwa tekanan harga tetap rendah meskipun pasar kerja tetap kuat. Faktor tersebut mengurangi kemungkinan kejutan kenaikan inflasi dalam jangka pendek. Kebijakan Riksbank diperkirakan akan berhati-hati dan menahan langkah pemotongan untuk sementara.

Kondisi ini membentuk landasan bagi arah kebijakan moneter ke depan dan meningkatkan kemungkinan bahwa pemangkasan suku bunga ditunda di kuartal pertama. Para analis juga menilai bahwa risiko kebijakan bisa berubah jika tekanan inflasi berubah secara tiba-tiba. Analisa ini mengarahkan fokus pada bagaimana data revisi berikutnya mempengaruhi prospek suku bunga.

Gagasan utama data ini adalah kombinasi antara pasar tenaga kerja yang solid dan ekspektasi inflasi yang moderat, yang cenderung menjaga kebijakan moneter relatif stabil. Hasilnya pasar melihat langkah kebijakan lebih berkelanjutan daripada perubahan mendadak. Konsistensi data ini memberikan ketenangan bagi pelaku pasar.

Dampaknya pada krona bisa positif jika Riksbank mempertahankan sikap yang lebih hawkish atau menunda pemotongan, meskipun faktor eksternal juga mempengaruhi. Faktor global seperti pergerakan suku bunga utama dan harga energi juga berperan. Investor menghadapi ketidakpastian yang lebih rendah karena dukungan data tenaga kerja.

Para investor perlu memantau pembaruan data berikutnya untuk menilai apakah tren ini berlanjut dan bagaimana reaksi pasar terhadap perubahan prospek kebijakan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Sumber data juga menunjukkan revisi ke atas pada indeks terkait.

broker terbaik indonesia