Menurut data resmi, pengangguran di Inggris naik menjadi 5,2% pada tiga bulan hingga Desember, tertinggi dalam satu dekade. Angka ini menambah tekanan pada arah GBP/USD karena pelaku pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan BoE. Data ini juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah tanpa bonus, dari 4,4% menjadi 4,2%, menguatkan harapan terjadinya pemangkasan suku bunga di pertemuan Maret.
Market odds menunjukkan peluang pemotongan 25 basis poin BoE sekitar 71% menurut Prime Market Terminal, sementara pasar uang secara keseluruhan memproyeksikan sekitar 49 basis poin easing untuk tahun ini. Perbedaan kebijakan suku bunga antara Inggris dan Amerika meningkatkan tekanan bagi Pound untuk melemah lebih lanjut.
Arah pergerakan GBP/USD juga dipengaruhi data inflasi yang akan dirilis pekan ini, dengan CPI diperkirakan turun dari 3,4% menjadi sekitar 3%. Di sisi AS, data manufaktur Empire State meningkat meskipun masih berada di bawah December print, sedangkan pasar tenaga kerja AS menunjukkan dinamika yang berbeda. Bagi investor, perbedaan kebijakan tetap menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas pasangan ini.
Kebijakan suku bunga BoE menjadi fokus utama setelah data tenaga kerja menunjukkan sinyal pelonggaran. Harga pasar memperkirakan 71% peluang pemotongan 25 bps pada pertemuan Maret, sementara estimasi total easing sepanjang tahun mendekati 49 bps. Perbedaan suku bunga dengan dolar AS memberi dukungan pada dolar dan memberi tekanan tambahan pada GBP/USD.
Beberapa pejabat bank sentral AS menekankan bahwa inflasi bisa turun lebih lanjut seiring efek dasar dan mereka ingin melihat bukti bahwa harga menuju target 2%. Dalam konteks ini, durasi kebijakan yang lebih longgar di Inggris tetap menjadi risiko terhadap mata uang pound jika data ekonomi tidak menunjukkan perbaikan cukup cepat.
Dengan gambaran dasar ini, aliran utama pasar menunjukkan potensi lanjutnya turun GBP/USD, meskipun terdapat level teknikal yang bisa menahan pergerakan. Perhatikan bagaimana data inflasi dan komentar kebijakan mempengaruhi likuiditas pasangan mata uang ini di sesi perdagangan berikutnya.
Secara teknikal, GBP/USD diperdagangkan mendekati 1,3529 saat berita utama turun. Moving average sederhana menanjak, menegaskan bias jangka menengah yang cenderung naik, meski harga berada tepat di bawah level MA terdekat di sekitar 1,3522 yang membatasi rebound. Penutupan harian di atas level ini dapat meningkatkan momentum upside.
Garis tren naik sejak 1,3035 menjadi pondasi struktur yang lebih luas. Dukungan terlihat di sekitar 1,3511, dan pergerakan di bawah garis tersebut bisa menandakan kehilangan momentum ke arah kenaikan yang lebih luas. Maju jika harga tetap berada di atas garis tren, arah path tetap cenderung lebih tinggi.
Analitik teknikal dibarengi konteks fundamental menunjukkan risiko sebagai sinyal jual jika sentimen tetap lemah bagi GBP. Para trader perlu memperhatikan data ekonomi AS dan pernyataan kebijakan dari Federal Reserve yang bisa membentuk arah jangka pendek. Dengan penutupan harga yang tepat bisa mengubah potensi alih arah pasar.