
Para strategis Societe Generale berpendapat bahwa pembacaan GDP negatif di kuartal pertama zona euro lebih banyak mencerminkan volatilitas yang terkait Irlandia ketimbang pelemahan luas. Mereka menekankan bahwa pertumbuhan di luar Irlandia sebesar 0,3% qoq menunjukkan dinamika internal yang masih relatif kuat, didorong oleh PMI yang lebih solid dan data industri Prancis yang positif. Dalam analisis eksklusif untuk Cetro Trading Insight, temuan ini menegaskan bahwa inti zona euro masih menampilkan perbaikan permintaan domestik meski risiko eksternal tetap tinggi.
Menurut mereka, risiko resesi teknis di Prancis tampak mereda berkat momentum permintaan domestik dan kapasitas produksi yang lebih stabil. Proyeksi mereka menyatakan bahwa laju inflasi headline dan inti kemungkinan akan mencapai puncaknya sekitar 3,8% dan 2,8% secara YoY pada awal 2027, memberikan pandangan bahwa jalur kebijakan moneter ECB tetap berada pada arah pengetatan untuk jangka menengah. Analisis ini menekankan pentingnya memantau harga inti sebagai indikator inti tekanan inflasi di zona euro.
Secara keseluruhan, revisi data 1Q yang negatif untuk GDP zona euro dipandang sebagai bagian dari distorsi akibat faktor Irlandia, bukan cerminan pelemahan menyeluruh. Hal ini menambah pentingnya mengikuti evolusi inflasi inti dan dinamika pertumbuhan di negara inti seperti Prancis saat pembuat kebijakan menilai arah kebijakan berikutnya. Liputan ini menyoroti bahwa fokus utama investor tetap pada bagaimana data inti inflasi berkembang seiring ECB mempertimbangkan langkah-langkah kebijakan di tengah volatilitas eksternal.
Distorsi terkait Irlandia memicu revisi drastis terhadap pertumbuhan GDP Irlandia pada kuartal pertama, dengan revisi ke -12,1% qoq untuk pertumbuhan Ireland sendiri. Ini menjadi temuan utama yang mempengaruhi gambaran zona euro secara keseluruhan karena ukuran ekonomi Irlandia cukup signifikan dalam komposisi regional. Namun, pelaku pasar mencatat bahwa dinamika non-Irlandia tetap menunjukkan momentum positif yang perlu dipisahkan dari outlier Irlandia.
Di level zona euro, data menunjukkan bahwa kontras yang tajam antara Ireland dan negara inti mengakibatkan pertumbuhan total zona euro tetap lemah, bahkan jika beberapa komponen negara inti menunjukkan perbaikan. Persepsi risiko tegang terhadap pertumbuhan jangka pendek di wilayah tersebut menekankan perlunya pemantauan lebih lanjut terhadap perbaikan permintaan domestik dan produksi industri. Dalam konteks ini, volatilitas Irlandia memicu penyesuaian pandangan pasar tanpa mengubah gambaran keseluruhan tentang dinamika inti zona euro.
Inflasi tetap menjadi fokus utama: pembacaan May menunjukkan headline inflation sebesar 3,2% YoY, dengan inflasi inti di sekitar 2,5% YoY. Angka-angka ini konsisten dengan ekspektasi bahwa tekanan harga masih ada meski beberapa indikator harga di negara inti menunjukkan stabilisasi. Cetro Trading Insight menekankan bahwa jalur inflasi ini akan menjadi tolok ukur utama bagi kebijakan ECB ke depan, terutama jika distorsi Irlandia terus mereda seiring waktu.
Barang-barang data Prancis menunjukkan sisi positif meski terdapat ketidakpastian umum di zona euro. Beberapa indikator hard data Prancis, seperti produksi industri dan pesanan manufaktur, menunjukkan momentum yang lebih kuat dibandingkan ekspektasi, mengurangi kekhawatan akan kemungkinan resesi teknis di negara tersebut. Kondisi ini membantu memperkaya narasi bahwa dinamika zona euro tidak seragam, meskipun gambaran keseluruhan tetap rapuh di beberapa segmen.
Data ini juga menegaskan bahwa para ekonom menilai risiko resesi teknis di Prancis telah mereda, meskipun tekanan inflasi tetap ada di lini atas. Proyeksi inflasi yang dipatok menuju puncaknya pada 2027 memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk menimbang langkah-langkah berikutnya sejalan dengan evolusi harga dan ekspektasi pasar. Untuk EURUSD, pergeseran kebijakan ECB masih akan bergantung pada bagaimana inflasi inti dan indikator pertumbuhan inti berkembang dalam beberapa kuartal ke depan.
Secara keseluruhan, artikel ini menilai bahwa tidak ada sinyal perdagangan yang tegas untuk instrumen spesifik saat ini. Ketika data makro beragam dan kebijakan ECB belum menetapkan arah akhir, investor disarankan menunggu konfirmasi data berikutnya sebelum mengambil posisi pada pasangan EURUSD. Dengan demikian, rekomendasi trading pada saat ini adalah tidak ada sinyal (sinyal=no) hingga ada konfirmasi lanjut yang lebih jelas terkait tekanan inflasi dan progres kebijakan moneter.